
hariansuara.com - Bukan sekali ini terjadi, pertandingan sepak bola yang berbuntut dengan kerusuhan para supporter. Pun, saat usai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Aremania mengamuk, tak terima klub sepak bola kesayangan mereka kalah dari Persebaya 2-3. Ini baru terjadi sejak 23 tahun terakhir. Alhasil, jauh dari jiwa sportivitas, mereka kecewa lalu melakukan pengrusakan. Terpantau, 13 kendaraan di antaranya 8 kendaraan polisi-K9, truk Brimob dan sedan Polantas--dirusak dan dibakar.
Seperti dilansir detikJatim (2/10/2022), terpantau 5 kendaraan polisi rusak dan terguling, serta 3 lainnya tinggal kerangka. Sejumlah fasilitas stadion juga dirusak dan dibakar.
Pada kejadian kerusuhan, aparat menembakkan gas air mata untuk meredam amuk para suporter. Nahas, bidikannya mengenai tribun yang dipenuhi ribuan penonton.
Akibatnya, seperti dijelaskan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam konferensi pers pada Minggu (2/10/2022), sebanyak 127 orang meninggal, dua di antaranya polisi. Dilaporkan, 34 orang meninggal lokasi kejadian, Stadion Kanjuruhan.
Hingga saat ini, sekitar 180 orang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit. Dharapkan, tidak bertambah korban yang meninggal. Nico, dalam keterangannya, menambahkan, tidak semua suporter bersikap anarkis. Dari 40 ribu penonton, sekitar 3.000 orang saja yang turun ke lapangan dan melakukan pengrusakan. (*) Bisri/MTS Foto: IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU