
hariansuara.com - Ahmad Munasir Rafie Pratama atau AMRP, nama dosen Fakultas Informatika, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya setelah selesai tugas di Oslo, Norwegia.
AMRP tidak sendiri mengikuti kegiatan mobilitas global di University of South-Eastern Norway (USN) pada 4-11 Februari 2023. UII memberangkatkan satu tim, tiga orang lainnya, termasuk Rektor Prof. Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D.
Seusai acara, tertuang pada laman uii.ac.id, Tim UII bertemu terakhir bersama di Oslo pada 11 Februari 2023 malam. Ahmad Munasir hadir. Pria kelahiran Banjarmasin, 3 Maret 1986 itu dijadwalkan pulang sendiri keesokan harinya melalui rute Oslo-Istanbul-Riyadh-Istanbul-Jakarta.
Tim ini masing-masing menggunakan tiga penerbangan yang berbeda. AMRP harus pulang melalui Riyadh, karena sebagian tiket pesawat disponsori dari panitia konferensi internasional di Arab Saudi. Di sana ia juga tampil sebagai pembicara kunci.
Mereka sempat berbincang, tetapi Asisten Profesor dan Sekretaris Departemen Informatika di UII itu tidak memberi tahu detail nomor tiket pesawat yang ditumpanginya. Jadi, butuh waktu untuk melacaknya. Dari keterangan sang istri, AMRP terakhir mengiriminya pesan melalui WhatsApp "menunggu boarding". Setelah itu, hingga saat ini, hilang kontak sama sekali.
Ph.D Teknologi Informasi
Ahmad Munasir Rafie Pratama ini alumnus Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia kemudian meraih gelar Master of Information Technology (MIT) di Monash University Australia, sedangkan jenjang doktoralnya dengan gelar Philosophy Doctor (Ph.D) diselesaikannya di Stony Brook University - The State University of New York, Amerika Serikat.
AMRP kerap melakukan penelitian di bidang teknologi informasi, seperti terkait m-learning, m-commerce, mobile security dan social media.
Ada Info? Call Center Kepolisian 110/ WA 0813-2691-0244. atau Humas UII di 0821 3173 7773.
Pihak UII masih terus melacak keberadaan dosen berkulit sawo matang, tinggi 175 cm dan berat badan 68 kg ini. Kehilangannya juga diteruskan ke KBRI di Norwegia dan Turki. Pun, menghubungi panitia konferensi di Riyadh yang memesankan tiket penerbangan.
Kemudian mengonfirmasi ke Turkish Airline di Oslo bahwa AMRP betul sudah 'on boarding' sesuai pesan WA kepada sang istri.
Hasil pelacakan melalui pemindaian jejak daring, aktivitas terakhir terlihat di Turki pada 13 Februari 2023 sekitar pukul 03.00 dan 08.00. Setelah itu, nihil. UII masih menanti informasi dari kantor Turkish Airline di Jakarta kota terakhir yang disinggahi Ahmad Munasir.
Pihak keluarga telah resmi melapor ke Polda DIY. Laporan orang hilang sudah terbit pada Jumat (17/2/2023) atas nama Ahmad Munasir Rafie Pratama dengan nomor laporan STPLK/0003/II/DIY/SPKT.
"Jika menemukan dan/atau mendapatkan informasi, segera hubungi Call Center Kepolisian 110 atau Nomor Whatsapp SPKT Polda DIY 0813-2691-0244," demikian bunyi rilis laporan hilangnya AMRP.
Sementara itu Rektor Prof. Fathul Wahid menyampaikan, "UII memohon doa dari seluruh pihak agar keberadaan AMRP segera diketahui, dalam kondisi sehat dan baik. UII mengimbau kepada para pihak yang memiliki informasi terkait keberadaan AMRP untuk menghubungi nomor Whatsapp Humas UII di 0821 3173 7773. (*) Prabu/MTS Foto: IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU