Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Literasi Digital untuk Kejayaan Masa Depan Indonesia 

Nasional
03 May 2023
Literasi Digital untuk Kejayaan Masa Depan Indonesia 

hariansuara.com - Literasi Digital, Bonus Demografi, Perlindungan Data Pribadi & Pilpres 2024 menjadi topik atensi Direktur Eksekutif Siber Sehat Indonesia (SSI), Ibnu Dwi Cahyo.

Hemat Ibnu, sapaannya, pandemi baru lalu telah memaksa dunia, pun Indonesia berdigitalisasi begitu cepat. Fakta di lapangan akhirnya menyadarkan masih ada keterbatasan di sisi SDM. Untuk itu harus segera mengisi kesenjangan yang ada dengan memperbaiki kurikulum terkait siber di sektor pendidikan formal. 

Tak bisa ditunda lagi, sebab  semua sentra kehidupan sudah tersentuh digitalisasi. Anak bangsa mesti dibekali pengetahuan apa yang boleh dan tidak dilakukan di wilayah siber. Utamanya, melek atau literasi digital sambil menjaga data pribadi tetap terlindungi di era media sosial yang sangat bebas ini. Terlebih jelang Pemilu dan Pilpres 2024. 

Literasi digital yang baik akan memungkinkan Pemilu berjalan aman dan kualitas hasilnya meningkat. Sebaliknya, bila literasi digital rendah, konflik pun tak terhindarkan di semua lini, terutama penyebaran hoaks.

Advokat yang juga pengamat medsos dan pakar perlindungan data pribadi ini menambahkan, sangat bisa upaya peningkatan literasi digital dilakukan lewat lembaga pendidikan formal. Terlebih kini telah diberlakukan kurikulum Merdeka Belajar. 

Tinggal Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim membuat legacy yang benar-benar dapat mendorong literasi digital di lembaga pendidikan formal.

Di antaranya, meng-update wawasan para pengajar terhadap perkembangan digital. Caranya, dengan memberikan berbagai instrumen tambahan. Ini penting sekali, agar relasi antara murid sebagai “native digital” dengan para pengajar bisa terhubung.

“Literasi digital tak hanya membantu meningkatkan pemilu dan pilpres yang berkualitas, namun lebih jauh, bisa meningkatkan kepercayaan dunia internasional dan investor ke Indonesia," ujar Ibnu.

Literasi digital baik akan meningkatkan kesadaran masyarakat maupun para pemangku kepentingan untuk melindungi data pribadi. Regulasi yang dibuat pun akan berpihak pada pengamanan data pribadi masyarakat, tanpa mengurangi fleksibilitas kegiatan bisnis maupun administrasi-birokrasi.

Dengan legacy Mendikbudristek meningkatkan literasi digital melalui pendidikan formal akan membantu Indonesia bergerak evolusioner, bahkan revolusioner seiring tibanya bonus demografi di Indonesia.

“Pendidikan adalah kunci utama menghadapi bonus demografi yang sedang dan akan segera datang di Indonesia. Literasi digital bisa menjadi salah satu faktor penopang agar bonus demografi ini benar-benar bermanfaat bagi Indonesia, bukan menjadi 'kiamat' kegagalan. Dengan literasi digital yang baik, masyarakat Indonesia bisa lebih produktif dan menghasilkan devisa lebih banyak bagi negara,” pungkas pria kelahiran Semarang ini. (*) Sayuti/MTS         Foto: @nadiemmakarim

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X