
hariansuara.com - Ustadz Rendy Saputra mengingatkan tentang sangat pentingnya cermat dalam menata hati, sehingga kalbu kita bisa menangkap cahaya Allah. Ini akan membuka semua keberkahan, termasuk jalan untuk keluar dari utang. Demikian disampaikannya di hadapan peserta kajian NASUHA 'Lunas Utang, Hidup Bahagia' di Rabbani Lt 4, Jalan Dipatiukur No 44, Bandung pada Jumat (09/06/2023).
"Mudah bagi Allah memberi jalan bisnis. Bahkan terlalu amat sangat mudah dan ringan, cincai, bagi Allah untuk melunasi utang-utangmu. Yang Allah tunggu adalah sodrok, hati, rasa di hati saat menghadapi utang dengan segala keperihannya. Apakah hati ini masih dililit oleh rasa jengkel, kesal, menyesal, playing victim, bahkan berprasangka buruk kepada Allah kaena utang, maka you are going nowhere. Anda tidak akan ke mana-mana. Utang tidak kunjung lunas," ujarnya.
Baca juga: Haerul 'NASUHA' Ihwan: Lakukan Langkah Bebas Utang
NASUHA, seperti disampaikan Dewan Pakar NASUHA, Haerul Ihwan, adalah komunitas yang terdiri atas orang-orang yang mau bertobat, mau keluar dari lilitan utang dan jeratan riba, mau berbuat baik, yang intinya mau memantaskan diri agar ditolong Allah, sehingga utangnya lunas dan bisnisnya tumbuh berkembang.
Kembali terkait 'Hijrah dari Riba', ditekankan Ustadz Rendy, kunci pentingnya adalah keikhlasan hati, ridho menerima segala ketetapan-Nya. Dikisahkannya, fulan bin fulan di zaman Taurat, ditakdirkan di Lauhulmahfudz sebagai ahli neraka. Tetapi karena keikhlasan hatinya menerima qada dan qadarnya, maka Allah mengubah catatan takdirnya menjadi ahli surga.
"Pun, sekarang kita dihadapkan dengan utang akibat perbuatan jahat orang, pertama ridhokan hati akan ketetapan Allah ini. Gelar sajadah, beribadah dengan ridho, sebab kita adalah hamba-Nya yang memang wajib beribadah. Maafkan orang yang menyebabkan datangnya bala berupa utang di dalam kehidupan kita," imbuhnya.
Ustadz Rendy meminta niat beribadah semata karena Allah. Mengharmoniskan dan memaniskan hubungan dengan Sang Khalik. Sujud ikhlas dan giatkan beribadah karena Allah, sebab Allah sudah siapkan semuanya. Derajat yang tinggi melalui sholat qiyamul lail, sholat tahajjud.
"Mohonkan permintaan tertinggi, yakni masuk surga firdaus Allah, diwafatkan husnul khotimah, diampuni segala salah dan khilaf, serta disayang Allah. Jadi, beribadah bukan didasari oleh arah, obsesi dan visi dunia, yakni lunas utang."
Matikan Rasa Terhadap Dunia
Sementara itu, realita yang dihadapi, rumah megah Anda yang dibanggakan mertua harus dilepas, mobil mewah akan ditarik, belum lagi menghadapi cemoohan, cibiran, hinaan, difitnah, dihasut, disindir, ditagih dan disindir orang karena tidak wah lagi. Ikhlaskan. Sabarkan hati.
"Datanglah kepada Allah sebagai hamba-Nya yang tidak peduli lagi terkait permasalahan dunia. Matikan rasa terhadap dunia, sehingga Anda tak akan takut atau balik gusar ketika ditagih dan diancam," pungkas Ustadz Rendy.
"Seperti para guru mengajarkan, bala berupa utang itu tak apa jika menjadi penggugur dosa sehingga kita masuk ke surga Allah yang kekal abadi. Untuk itu, lapangkan hati, dan maafkan orang yang telah menghadirkan bala berupa utang di dalam hidup kita." (*) MTS Foto: @ustadzrendy
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU