
hariansuara.com - Air paras Saskia, warga Pondok Aren, Jakarta Selatan itu terlihat mulai tenang. Pun, suaminya, Rianto. Bahkan ibu dari seorang putra yang tengah beranjak jadi dewasa muda itu sudah bisa tersenyum.
"Alhamdulillah, Mbak. Setelah mengikuti kupasan Nasuha, hati kami merasa tenang. Tumbuh harapan kami bisa keluar dari lilitan utang," kata Saskia kepada hariansuara.com setelah mengikuti Sharing Session Lunas Utang Nasuha bersama Ketua Dewan Pakar, Haerul Ihwan di Sate Rawamangun, persisnya di Jl. Rawamangun Muka Selatan No.19, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur Minggu (25/6/2023) itu.
"Sebelumnya pikiran kami tak bisa tenang. Sulit sekali fokus ke pekerjaan. Yang ada pikiran tersedot mikirkan utang 100 juta, juga menjawab telepon dan WA dari Debt Collector atau si Tukang Tagih," imbuhnya.

Tersandung Masalah Akibat Riba
Di acara sesiang itu, sejumlah pria dan wanita juga mengaku tercerahkan. "Nasuha merupakan komunitas dari orang-orang yang bertobat secara nasuha, semurni-murninya. Termasuk meninggalkan kegiatan ekonomi yang mengandung ribawi. Riba jelas diharamkan Allah. Konsekuensinya sangat berat dan berbahaya bagi kehidupan kita," jelas Haerul, seraya melanjutkan,
"Anda ingin lunas utang? Pasti Allah lunasi. Memang ada ilmu dan teknisnya. Tetapi yang mendasari adalah keteguhan diri Anda, komitmen, untuk secara kaffah taat kepada Allah. Agar dapat ditolong Allah, prinsipnya wajib zero, nol, maksiat. Riba adalah satu bentuk maksiat kepada Allah."
Saskia sesaat merenung dan kembali berbagi. Selama ini ia tak menyangka kalau riba berada di balik pinjaman online (pinjol), Kartu Kredit (KK) dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) Bank. Waktu pandemi kemarin selagi bisnis kateringnya sepi, ia sendiri terpapar Covid-19. Beruntun, suami, anak, mertua dan asisten rumah tangganya juga sakit. Pelajaran hidup banget, katanya.

"Mencerna uraian Pak Haerul, hati kami jadi tenang. Saya dan suami bisa memikirkan apa yang akan dilakukan. Pastinya, menutup rapat celah riba. Sebaliknya, menggantungkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT," imbuh Saskia bersyukur menonton podcast kasihsolusi tentang pengalaman Haerul Ihwan melunasi utang 58 miliar dalam 8 minggu.
Saskia dan suaminya sangat mau berhijrah. Mereka ingin hidup tenang bersama keluarga. Untuk itu, mereka akan melunasi utang dengan menjual rumah warisan, seperti telah disepakati bersama saudara-saudaranya.
Kemudian memantaskan diri dengan berbuat kebaikan kepada sesama agar Allah berkenan menolong. Saskia akan melanjutkan kegiatan kateringnya, memasak nasi barokah tiap Jumat yang dibagikan gratis kepada pengemudi ojol, yatim piatu, pekerja lapangan dan para dhuafa. Juga berjualan nasi murah Rp5.000 agar masyarakat bisa mendapatkan asupan gizi cukup dengan harga terjangkau. (*) MTS Foto: Nasuha
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU