
hariansuara.com - Sesi keempat Debat Pilpres sebagai agenda kampanye Pemilu 2024 akan digelar Minggu (21/01/2024). Difasilitiasi Komisi Pemilihan Umum, tiga kandidat calon wakil presiden (cawapres) akan menyampaikan gagasan untuk masyarakat Indonesia menjatuhkan pilihannya.
Ketua Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU RI August Mellaz menjelaskan, pada kesempatan itu Cawapres dari nomor urut 1-3, yaitu Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD, akan mengupas tema yang telah ditentukan: Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa. Masyarakat dapat menyaksikan debat secara live di SCTV, Indosiar, dan MetroTV.
Masyarakat sangat menanti debat tersebut, pun para akademisi. Mereka sangat berharap calon pemimpin negara ini akan mampu menjawab tantangan lingkungan hidup di Indonesia di masa mendatang.
Dari Lingkup Makro dan Mikro
hingga Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca
Isu lingkungan hidup disoroti para akademisi. Seperti disampaikan Dosen Sosiologi Perkotaan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Tantan Hermansyah, kepada NU Online (10/01/2024), pentingnya membenahi masalah lingkungan hidup di dalam lingkup makro dan mikro.
Di lingkup makro terkait pengelolaan hutan, laut, dan udara, termasuk soal pencurian hutan dan diberalihfungsikannya hutan menjadi gedung dan kawasan komersial. Pun, industri pariwisata yang akan berdampak terhadap kawasan hutan lindung, kawasan hijau, dan ruang terbuka hijau yang dilindungi negara. Tak kalah pentingnya, pemikiran untuk mengaktifasi kawasan tidak produktif, seperti kawasan bercadas dan tandus.
Masalah lingkungan di lingkup mikro mencakup perilaku manusia sehari-hari. Ada masalah sampah rumah tangga, sampah industri, pengelolaan drainase, kebersihan sungai, penanganan air sumur dan mata air, pengelolaan dan perawatan sumber daya air, dan juga pengelolaan air hujan.
Hemat Tatan, isu mikro tak bisa dianggap kecil, sebab akibat perilaku tidak peduli terhadap sampah maka dampaknya bisa sangat besar dan luas. Ia ingin pada debat keempat esok isu mikro ini dikupas tuntas. Bila penanganan sampah tidak dimasukkan oleh paslon, katanya, 5-10 tahun mendatang akan mengahadapi masalah cukup besar, bahkan menjadi bencana.
Sementara itu dalam keterangan tertulis, akademisi dari Universitas Katolik Atma Jaya menyoroti kemampuan pemimpin negara nantinya menjawab tantangan membangun masa depan lingkungan hidup Indonesia. Sebab kini krisis iklim global kian meningkat, sehingga kebutuhan akan kebijakan berkelanjutan untuk mengatasi itu semakin mendesak.
Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM) dari Unika Atma Jaya, Salvatore Simarmata, menyoroti isu lingkungan hidup di Indonesia adalah pengurangan emisi gas rumah kaca, pemanasan global, kendaraan listrik (EV), dan pengelolaan limbah. Emisi global yang signifikan sebagian besar akibat deforestasi, degradasi lahan gambut, dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Diharapkan, kandidat capres dan cawapres pada Pemilu 2024 menyajikan rencana komprehensif untuk melakukan transisi ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan, mendorong praktik kehutanan berkelanjutan, dan membatasi emisi dari industri.
Pun, Dosen Fakultas Hukum (FH) Atma Jaya, Marhaeni Ria Siombo, mengharapkan bakal cawapres punya pemahaman dan komitmen terhadap kebijakan lingkungan laiknya calon pemimpin negara. Misalnya, punya kebijakan masalah transportasi listrik, dan 'carbon market' yang menjadi isu global dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.
Selain itu, melahirkan kebijakan inovatif untuk memampukan Indonesia keluar dari masalah lingkungan terbesar, yaitu pengelolaan sampah berkelanjutan dan polusi plastik. Misalnya, mendorong dunia usaha untuk mengadopsi kemasan ramah lingkungan.
“Pengelolaan limbah masih dilihat sebelah mata. Ini juga seharusnya menjadi isu yang diangkat oleh para kandidat pasangan Capres dan Cawapres pada debat nanti,” imbuh Marhaeni, mengharapkan Indonesia berperan aktif dalam mengatasi isu lingkungan di lingkup global, terlibat dalam kemitraan internasional untuk konservasi lingkungan, dan berpartisipasi dalam forum dalam mengatasi tantangan lingkungan lintas batas.
Pada Pemilu 2024, pungkas Marhaeni, pemilih di Indonesia mengharapkan calon pemimpin bangsa yang dapat mengambil langkah berani menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menilai penting pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup, yang berkontribusi besar bagi masyarakat dunia dalam melawan perubahan iklim. (*) Melia Hapsarani/MTR Foto: KPU RI/IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU