Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pada World Water Forum, Indonesia Dorong Kolaborasi Global Kelola Air

Nasional
20 May 2024
Pada World Water Forum, Indonesia Dorong Kolaborasi Global Kelola Air

hariansuara.com - Pengelolaan air menjadi isu global saat ini. Air aset vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Sementara, ketersediaan air tawar hanya 3%, di antaranya 1% tok yang ada di permukaan tanah. Karenanya, jadi kewajiban dan tanggung jawab seluruh masyarakat dunia untuk menjaga kualitas dan ketersediaan air tawar.

Wold Water Forum (WWF) inilah ajang kolaborasi negara-negara di dunia untuk bersama mengikhtiarkan upaya konservasi, pengelolaan berkelanjutan, pengembangan teknologi pengolahan air. Pada gilirannya, sumber daya air tawar dapat tersedia bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan 7,9 miliar manusia dan ekosistem, serta generasi yang akan datang.

Pada WWF) ke-10 yang digelar di Badung, Bali, disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi kepada pers di Media Center, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) 2, Minggu (19/05/2024), Indonesia akan mendorong terwujudnya komitmen global untuk mengatasi tantangan pengelolaan air.

Pun, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar yang berperan strategis dalam mendorong kolaborasi global dalam mengembangkan solusi holistik, komprehensif, dan inklusif.

Sementara itu Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tri Tharyat menyampaikan, pada WWF ke-10, Indonesia memperjuangkan empat hal pokok dalam pengelolaan sumber daya air global.

Pertama, kesepakatan internasional melalui Sidang Majelis Umum PBB terkait dengan penetapan Hari Danau Sedunia (World Lake Day). Ini akan menjadi satu legacy penting dari WWF ke-10.

Kedua, Indonesia akan mengusulkan pembentukan Centre of Excellence terkait isu-isu air dan perubahan iklim serta resiliensi dari kedua situasi tersebut.

Ketiga, terkait pengelolaan sumber daya air secaa terintegrasi, atau dikenal dengan istilah Integrated Water Resources Management. Ini untuk menjawab kepentingan negara kepulauan maupun berkembang yang memiliki banyak pulau kecil dan terpencil.

Keempat, Indonesia akan berupaya menghasilkan lebih dari 100 proyek konkret di bidang air yang telah dikurasi antarkementerian. Mereka adalah Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

WWF ke-10 ini mencatat sejarah, dijelaskan Tri, sejak WWF pertama digelar di Maroko, baru sekarang ada segmen kepala negara yang disebut sebagai High Level Meeting. Sudah dikonfirmasi, ada perwakilan dari 48 negara dan organisasi internasional akan hadir. 

Pada Ministerial Meeting akan hadir 108 negara dan 30 organisasi internasional. Untuk kali pertama pula pada forum ini menghasilkan deklarasi tanpa negosiasi, melainkan hanya berupa konsultasi. 

"Kita akan tinggalkan legacy berupa kompendium, yaitu kumpulan proyek yang sudah dikurasi oleh kementerian/lembaga terkait di Indonesia," tandas Tri. (*) MH/MTS     Foto: @worldwaterforum10

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X