
hariansuara.com - Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) didapuk Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air.
Sebanyak 27 kementerian/lembaga yang terlibat, saling bersinergi dan berkoordinasi, termasuk dalam menentukan kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) di tiga pilar mewujudkan swasembada pangan, energi dan air di Indonesia. Di antaranya, Kementerian Koordinator Infrastruktur, Kementerian PUPR, Lingkungan Hidup, hingga Pertanian.
"Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2025 bertujuan untuk mempercepat mewujudnya kedaulatan bangsa di tiga pilar, yaitu pangan, energi, dan air," ujar Zulhas kepada pers. "Selain mengurusi lumbung pangan baru, serta mengoordinasikan anggaran 2026 yang telah ditetapkan."
Sejauh ini sudah disiapkan lumbung pangan baru Indonesia, di antaranya di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Merauke dan Sumatera Selatan. Yang terkait lumbung pangan bukan tentang padi dan jagung, melainkan juga ikan, garam, sapi, susu, minyak goreng, dan masih banyak lagi.
Adapun soal anggaran, dijelaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, pemerintah telah menyiapkan Rp164,4 triliun, naik dari semula sebanyak Rp139,4 triliun yang tertuang di APBN 2025.
Dengan tugas baru ini, di bawah Menko Zulhas, dapat dipercepat terwujudnya swasembada pangan, energi, dan air sebagai salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Untuk swasembaga pangan, Menko Zulhas telah menyiapkan tiga langkah: Pertama, optimalisasi lahan pertanian, seperti diinstruksikan Presiden, di antaranya Inpres memangkas jalur distribusi, Inpres pembangunan irigasi pertanian, dan Inpres terkait penyuluhan petani.
Kedua, membuka lahan pertanian baru seperti program cetak sawah baru, memodernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), pengembangan bibit, dan lain-lain.
Ketiga, mengefektifkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang akan menjadi sekitar 80.000 jaringan sebagai rantai pasok komoditas di desa, sekaligus membantu memenuhi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tiap desa. (*) MH/MTS Foto: @zul.hasan
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU