
hariansuara.com - Konser kemanusiaan International 100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes) – Card of Honor Indonesia 2026 sukses terselenggara di Jakarta Sabtu (31/01). Indonesia menjadi negara pertama yang menggelar acara ini. Sekaligus menorehkan nilai yang sarat makna dan empati.
Bagaimana tidak? Konser International 100 CTFP Card of Honor 2026 ini dikemas dalam konsep 'zero budget concert'. Sampai Sekretaris Jenderal ASEAN Para Sports Federation (APSF), Mayor Jenderal Dr. Wandee Tosuwan, menyampaikan apresiasi mendalam saat membuka acara tersebut,
"Suatu kehormatan bagi saya untuk menyampaikan pidato pembukaan pada acara International 100 CTFP Card of Honor Indonesia 2026, dikelilingi oleh hati yang tulus dari para pendukung Indonesia yang luar biasa, yang cinta dan dukungannya mengangkat para atlet paralimpik dan menyatukan komunitas ASEAN," ujar Dr. Wandee Tosuwan, penuh haru.
Dinyatakannya kekaguman terhadap konsep acara yang digagas oleh Natalia Tjahja, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) ini. Bahkan ia berkomitmen untuk menyebarkannya ke tingkat regional, khususnya ke Komite Paralimpik di Asia Tenggara.
Tuhan Sudah Mengatur Semuanya
Program 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes) merupakan program kemanusiaan ke-18 yang dilaksanakan yayasan MMLWF yang didirikan pada 2007.
“Semuanya sudah diatur Tuhan. Ital Auto Singapore dipilih sebagai tempat peluncuran pertama 100 CTFP di dunia pada 11 Juli 2025, bersama Dr. Wandee Tosuwan, Dr. Teo Koh Sock Miang (Presiden National Paralympic Council Singapore), dan Bapak Suryo Pratomo, mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura,” ujar Natalia.
Cerita pun bergulir. Untuk konser internasional 100 CTFP ini digelar tanpa Event Organizer (EO). “Saya mengurus semuanya sendiri. Tetapi Tuhan mengirimkan tim luar biasa yang membantu sesuai bidangnya masing-masing,” imbuh Natalia, yang sempat membimbing remaja tunarungu Azzaroby membuat desain backdrop dan banner untuk konser tersebut.
Tim yang luar biasa membantu Natalia. Tak tanggung-tanggung, ada Dwiki Dharmawan, Julius Wijaya (Nagaswara), Jose R. Kurniawan, Ariawan Hadiwidjaja, Saurma Siahaan, Nisa Chairunisa, Sylvia Hendarto, Mepi Lin, Paula Meliana serta para usher dari Global Sevilla Puri Indah dan Pulo Mas.
Marriott Bussiness Council Jakarta, Indonesia mendukung dengan menyajikan konsumsi dua kali, yakni saat kedatangan dan kepulangan tamu.
Natalia kemudian flashback ke belakang. Dari mulai peluncuran di Singapura, di mana Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee, menyampaikan 3 pesannya. Lalu, tiga bulan kemudian gerakan 100 CTFP ini mendunia.
Perbedaan 100 CTFP dan 100 CTFP Card of Honor
Kepada pers, Natalia sempat menjelaskan, perbedaan antara Program kemanusiaan 100 CTFP 100 dan 100 CTFP Card of Honor. Katanya, 100 CTFP dapat diselenggarakan berulang kali dan dalam berbagai bidang, seperti untuk desainer, musisi, maupun insan perfilman, militer, generasi muda sebagai bentuk advokasi dan empati bagi atlet difabel.
Sedangkan 100 CTFP Card of Honor sifatnya eksklusif, langka, dan tidak berulang. Dilaksanakan hanya satu kali di setiap negara. Jadi, program Card of Honor merupakan satu bentuk penghormatan tertinggi dalam program 100 CTFP. Indonesia negara pertama di dunia yang menyelenggarakan acara Card of Honor.
"Penghargaan diberikan kepada 25 tokoh terpilih, yang tidak bisa diberikan kepada pihak lain," urai Natalia, yang dalam waktu dekat program 100 CTFP Card of Honor sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan global akan digelar masing-masing satu kali di Thailand dan Jepang.
Acara penghargaan International 100 CTFP - Card of Honor Indonesia 2026 di Jakarta pada Sabtu 31 Januari lalu berlangsung semarak, sekaligus mengharukan. Sebanyak 120 remaja difabel hadir, dengan diantaranya turut mengisi acara, seperti Giti, Hawa, Moreno, Gwen, dan Dennis.
Sempat Dennis, remaja tunanetra, yang bermain piano mengiringi Gwen dan Moreno, menyampaikan rasa syukurnya, “Lewat acara ini, MMLWF bisa menjadi berkat bagi atlet difabel dan banyak orang.”
Ke-25 tokoh Indonesia menerima 100 CTFP Card of Honor Indonesia 2026 berasal dari berbagai kategori:
Youth Leaders: Christian Kertawiguna, Ricardo Ryo, Malika Djajadiningrat.
Lead Youth Leader: Jadrianna Aletta Sutrisno.
Friends of Advocacy: Saurma Siahaan, Mepi Lin, Tony Thamsir, Boy Iskandar.
Lead Friend of Advocacy: Endah Fajar Pratiwi.
Women in Influence: Jenny O, Rita Pusponegoro, Anita Rusdi, Anita Djajadiningrat.
Lead Woman in Influence: Sylvia Hendarto.
Hospitality Leader – Compassion in Hospitality: Muhammad Jufri Sakka (Marriott Business Council Jakarta).
Business Leaders – Compassion in Humanity: Siti Marifah Ma’ruf Amin dan Harnoto Darsono (Ketua Umum Perkumpulan Insan Maritim Andalan Indonesia)
Sports Leader Indonesia: Raja Sapta Oktohari.
Sports Leader ASEAN: Mayor Jenderal Dr. Wandee Tosuwan.
Vocalist – Voice of Compassion: Andrigo, Yoan, Gracia Jonwillin.
Legendary Vocalist – Voice of Compassion: Ita Purnamasari.
Music Maestro – Compassion in Music: Dwiki Dharmawan.
Film Personality – Compassion in Film: Andhy Pulung dan Rina Damayanti, dan lainnya.
Siti Marifah Ma'ruf Amin, 100 CTFP - Bussiness Leader Indonesia, merasakan simpati yang mendalam, seperti dinyatakannya, "Acara The Charity Concert 100 CTFP ini adalah konser kemanusiaan yang berdimensi religius. Kasih Tuhan untuk sesama diimplementasikan dalam bentuk empati, simpati, sinergi dan kolaborasi yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dan memberikan manfaat bagi sesama."
Sekaligus, imbuhnya, para Tokoh dari berbagai usia dan profesi mendapat kesempatan untuk berbagi kasih dan cinta demi mewujudkan cita cita bersama, yakni dunia damai tanpa diskriminasi.
"Terima kasih, Bu Natalia dan Maria Monique Foundation yang telah menggagas acara luar biasa yang menginspirasi dan menggugah kesadaran kita semua," tandasnya.
Semua merasakan kegembiraan. Dari mulainya acara dengan suguhan Tarian Saman dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dilanjut dengan hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Anthem APSF ciptaan Natalia Tjahja.
Acara tambah semarak dengan suguhan musikal dari Andrigo, Yoan, Gracia Jonwillin, Fryda Lucyana, Ita Purnamasari, dan Dwiki Dharmawan. Kemudian kejutan lagu Happy Birthday yang diperuntukkan bagi Rahayu Kertawiguna, pemilik Nagaswara, yang berulang tahun.
Sebagai penanda dibukanya 100 CTFP Jepang untuk mendukung Asian Para Games 2026 Aichi–Nagoya, Natalia menyerahkan lukisan karya pelukis dunia asal Jepang Maki Starfield kepada Harnoto Darsono, Ketua Umum Perkumpulan Insan Maritim Andalan Indonesia (PIMA), dan juga kepada keluarga Dwiki Dharmawan.
Pun tercatat, dua anggota baru 100 CTFP bergabung, yakni Kikin Tarigan (Komisioner Komnas Disabilitas RI) dan Leslie Lee (Sekretaris Jenderal National Paralympic Council Singapore). Presiden Asian Paralympic Committee Majid Rashed di Dubai juga menyatakan dukungan penuhnya sebagai bagian dari 100 CTFP. (*) Melia Hapsarani/MTS FOTO MMLWF
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU