Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Seminar IKAL DKI Jakarta: Penguatan Keamanan Siber Nasional Berbasis Artificial Intelligence

Nasional
30 Apr 2026
Seminar IKAL DKI Jakarta: Penguatan Keamanan Siber Nasional Berbasis Artificial Intelligence

hariansuara.com - Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) DKI Jakarta gelar Seminar Nasional Hybrid bertajuk “Penguatan Keamanan Siber Nasional Berbasis Artificial Intelligence dalam Menghadapi Ancaman Siber Global” pada Rabu (29/4/2026) di Auditorium Asix Indonesia Cerdas, Menteng, Jakarta.

Sebanyak 200 peserta luring dan lebih dari 400 peserta daring dari berbagai wilayah di Indonesia hadir, dari akademisi, praktisi, maupun pemangku kepentingan. Semuanya tertarik untuk mengetahui ancaman kompleks yang dihadapi siber global akibat pengaplikasian Artificial Intelligence (AI), bahkan mencakup ketahanan nasional.

Kolaborasi Lintas Sektor

Ketua IKAL Lemhannas RI, Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, Ph.D. mengungkapkan tiga pilar utama pada era digital adalah strategic, people dan technology. "Tanpa strategi yang matang, sumber daya manusia yang unggul, dan penguasaan teknologi yang kuat, kedaulatan digital Indonesia akan berada dalam posisi rentan," ulasnya.

Dilanjut oleh Ketua IKAL DKI Jakarta, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si., untuk membangun ketahanan siber nasional yang kuat, penting menjalin kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi-nya memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi keamanan siber, melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di awal seminar, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, yang diwakili oleh Anugrah Esa, memaparkan betapa pihaknya yang bergerak di sektor utilitas publik sangatlah rentan terhadap serangan siber. Terlebih serangan terhadap sistem air bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat. 

"Indonesia menghadapi tantangan besar dari rendahnya investasi keamanan siber sampai rentannya sektor publik dan BUMN," kupas Dosen Teknik Telekomunikasi ITB, Dr. Ian Josef Matheus Edward.

AI, imbuhnya, telah mengubah lanskap ancaman siber secara fundamental. Bisa dibayangkan, bila sebelumnya serangan butuh waktu lama, dengan AI, cukup dalam hitungan menit saja. 

Dari segi skill IT, sumber daya manusia (SDM) Indonesia punya kapabilitas baik yang mampu berkompetisi di tingkat global. Tetapi sayang, mereka belum diapresiasi secara optimal. Ke depan, dari segi teknis dan sistem pertahanan berbasis AI harus dipertangguh. Tak terhindarkan pentingnya kerja sama lintas sekor yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mandiri demi mewujudkan kedaulatan digital dan ketahanan nasional yang mumpuni. (*) Melia Hapsarani/MTS           Foto: Tangkapan Layar 

 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X