Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Dukung Sahari Raih Medali Emas untuk Indonesia di Laga Angkat Besi di Athena, Yunani September 2026

Nasional
21 Jul 2026
Dukung Sahari Raih Medali Emas untuk Indonesia di Laga Angkat Besi di Athena, Yunani September 2026

hariansuara.com - Sahari Dumaini Sinamo, popular disapa Sari, peraih medali emas angkat besi dunia tiga kali berturut-turut. Prestasi pada 2019, 2021 secara virtual, dan 2022 itu didedikasikannya untuk Indonesia. Kala itu ia masih bermukim di Afrika Selatan mendampingi suaminya tercinta, Colin Thatcher.

Terakhir 2025 lalu, ia dan sang suami sudah 2,5 tahun tinggal di Indonesia, persisnya di Bali, Sari kembali suguhkan medali emas untuk Indonesia pada Asian Weightlifting Championship. 

 

Berdiri di podium Juara I, medali emas dikalungkan di leher. Kedua tangannya memegang bendera merah-putih yang membentang di balik punggung, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya sungguh momen yang membanggakan. Ini prestasi bersejarah dan tentunya membanggakan bagi kita semua sebagai bangsa. Momen yang teramat berarti sebab Indonesia berhasil menundukkan negara-negara peserta lainnya melalui perjuangan Sari di ajang angkat besi dunia. 

"Saya bersyukur kepada Tuhan, empat kali bisa berada di momen kemenangan di kompetisi dunia. Berdiri dikalungkan medali emas, tapi podium Juara I itu sepi! Saya hanya bersendiri, zero recognition!" Sari berujar kepada hariansuara.com, lirih.

"Tapi, Mbak, ketika itu saya berusaha tetap tegar. Ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tapi sekuat-kuatnya saya mengontrol emosi, hati ini meleleh juga. Badan saya sampai gemetar menahan, agar tangis saya tidak meledak." 

Sari mengaku, hatinya pedih, karena ia membawa Indonesia sampai di podium Juara I dunia itu sepenuhnya harus ditanggungnya sendiri. Bersyukur, sang suami ikhlas mendukungnya berkiprah di angkat besi sampai meraih prestasi tingkat internasional.

Berbeda perlakuan yang diterima para atlet dari negara-negara peserta lainnya. Karena bertanding membawa nama negara, mereka sepenuhnya didukung oleh pemerintah atau para pemangku kebijakan di Federasi Angkat Besi sampai mendampingi mereka ke tempat tanding.

Ingin Podium Juara I tak Lagi Sepi!

Sebentar lagi, 17-26 September 2026 akan digelar the World Masters Weightlifting Championship di Athena, Yunani. Ini sebuah Kejuaraan Dunia Angkat Besi Master & Adaptif Internasional. Sari atlet pejuang sejati itu bertekad, sambil melangitkan doa, untuk bisa kembali mempersembahkan medali emas bagi Indonesia. 

Namun, Sari tak bisa bertarung sendiri. Ia membutuhkan dukungan dari kita semua sebagai saudara sebangsa, Indonesia. Harapan Sari dilambungkannya kepada pemerintah dan para pemangku kebijakan terkhusus Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Besi (PB PABSI) yang mengayomi cabang olahraga ini. 

Karena bermukim di Bali, ia pun sowan ke PB PABSI Provinsi Bali, berikhtiar  untuk mendapatkan dukungan. Di antaranya, untuk mensponsori biaya pendaftaran turnamen, membayarkan tiket penerbangan indonesia-Yunani, p.p, juga akomodasi dan biaya makan selama mengikuti kejuaraan, serta memenuhi biaya latihan dan recovery yang sangatlah mahal.

Sesaat Sari menelangkupkan kedua tangannya. Ia berharap benar dukungan dari para sponsor, donatur, dan para empunya hati yang dermawan mendukung perjuangannya kembali membawa medali emas dari Athena ke Indonesia. 

"Namun, kata mereka, di Indonesia tidak ada organisasi resmi yang menaungi kiprah atlet Masters atau atlet senior. Jadi, karena faktor administratif inilah, kejuaraan dunia untuk atlet senior dianggap tidak ada," tuturnya lagi.  

Sari tak hendak patah semangat. Ia tetap intens menggembleng dirinya sendiri dengan berlatih dan berlatih. Terus meningkatkan power angkat besi di usianya 55 tahun kini.

Dalam berlatih itu, pikiran Sari tak urung bercabang, menyangkut bantuan untuk tanding di Athena yang belum didapatnya. Ia kembali berkoordinasi dengan salah seorang personal dari PABSI Bali, bahwa ia akan melayangkan surat permohonan dukungan ke KONI Pusat. Untuk itu, ia memohon dibantu dibuatkan surat pengantar dari Provinsi Bali. 

"Saya diminta menunggu, akan dikoordinasikan dulu. Saya sangat berharap mendapat dukungan dari bangsa Indonesia, terkhusus pemerintah melalui KONI maupun PB PABSI. Dengan begitu, saya bisa full force memperjuangkan kemenangan di the World Masters Weightlifting Championship di Athena, Yunani itu. Sebab, waktu terus berjalan, dan jadwal kompetisi itu semakin dekat," imbuhnya.

Sahari Dumaini Sinamo atau Sari telah membuktikan prestasinya dengan mempersembahkan empat medali emas angkat besi dunia. Ini sekaligus menginspirasi kepada semua, bahwa tiada kata terlambat menjadi juara dunia.

Tidak berlebih jika dengan dukungan dan doa semua, kontribusi besar maupun kecil dari bangsa Indonesia akan membuktikan, podium Juara I di Athena itu tak lagi sepi. Sari bisa menghadirkan medali emas angkat besi bagi bangsa Indonesia yang dicintainya. (*) Melia Hapsarani/MTS         Foto: Dok Sahari

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X