Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Tanggung Jawab Semua Jaga Kelestarian Ekosistem Taman Nasional Gunung Gede Pangrango 

Nasional
10 Aug 2026
Tanggung Jawab Semua Jaga Kelestarian Ekosistem Taman Nasional Gunung Gede Pangrango 

hariansuara.com - Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Jawa Barat salah satu destinasi pendakian favorit para pecinta alam. Alam di sana luar biasa indah, dengan dua puncak utama berdiri gagah, Gunung Gede (2.958 mdpl) dan Gunung Pangrango (3.019 mdpl). 

Pun, pada musim kemarau seperti sekarang di mana cuaca ekstrem yang terdampak akibat El Nino, animo pendaki ke sana tetap besar. Sepatutnya hal ini dibarengi dengan kehati-hatian para pendaki demi menjaga kawasan tersebut dari bahaya. Tentu kebakaran yang menghanguskan 1 hektare vegetasi di kawasan Kawah Wadon di Alun-alun Barat Suryakencana, TNGGP pada pukul 2 siang, Rabu (6/8) lalu dapat dihindarkan.

Merunut ke belakang, penyebab kebakaran diduga kuat akibat terjadinya kebocoran kompor gas prtable (hi-cook) milik pendaki. Kompor itu kemudian terlempar dan apinya cepat membakar vegetasi berupa rumput yang kering di area tersebut. Dengan segera, api menjalar dan meluas. 

Lokasi kebakaran yang terletak di dekat mata air kaki Gunung Gemuruh, hanya terpaut 5 meter dari Sabana Edelweiss, vegetasi langka yang sangat bernilai.  

Berkat sikap tanggap dan kerja sama yang baik dari semua pihak, pada 19.00 WIB, api berhasil dikendalikan. Puluhan relawan bahu-membahu, sebut saja Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Damkar Cianjur, Fire Rescue, TNI/Kodim 0608 Cianjur, Yonarmed 5 Pancagiri, Polres Cianjur, Batalyon Brimob Cipanas, Pol PP, unsur pemerintah setempat dan warga sekitar.

Meski demikian, kegiatan memastikan kondisi kawasan TNGGP aman terus dilakukan. Adapun untuk mengantisipasi keselamatan para pendaki, Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, menyampaikan melalui akun instagram resmi @bbtn_gn_gedepangrango, kegiatan pendakian semula ditutup sampai esok, Selasa (11/8). 

Namun, dengan perkembangan terkini, penutupan kegiatan pendakian di Gunung Pangrango diperpanjang hingga 18 Agustus 2026. Hal ini dikarenakan titik-titik api belum seluruhnya berhasil dipadamkan. Hal ini mengingat vegetasi yang kering akibat musim kemarau, ditambah tiupan angin yang kencang.

"Sebagai langkah antisipasi dan untuk menjamin keselamatan pengunjung serta mendukung upaya pemulihan kawasan, Balai Besar TNGGP mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor SE 18 Tahun 2026 tentang Penutupan kegiatan pendakian dalam rangka penanganan kebakaran di Alun Alun Suryakencana TNGGP," ujarnya. 

Lebih lanjut, seluruh pengunjung dan masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi ketentuan yang berlaku di kawasan taman nasional. Terkhusus bersama-sama melindungi kelestarian ekosistem Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan menjaga keselamatan jiwa.

Masih Berjibaku Atasi Kemunculan Titik-titik Api Baru 

Hingga hari ini, kondisi di kawasan Gunung Gede Pangrango belumlah sekondusif informasi yang sempat beredar. Para relawan dan warga sekitar TNGGP terlihat masih terus bersiaga. Mereka sekuat daya saling dukung mengamankan lokasi kebakaran dari kemungkinan yang buruk.

Sejatinya, semua menyunggi tanggung jawab dalam menjaga keberadaan Gunung Gede Pangrango dengan ekosistemnya, tanpa terkecuali. Sebut saja, mulai dari para pemangku kebijakan dan lembaga terkait hingga pendaki,  pecinta alam dan masyarakat luas. (*) Melia Hapsarani/MTS       Foto: wikipedia.org/Herdik Herlambang & @kemenhut

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X