
hariansuara.com, Jakarta - Pebalap remaja Formula Tiga Sophia Floersch telah menjalani operasi yang sukses setelah mengalami kecelakaan maut mengerikan di Grand Prix Makau.
Floersch yang berusia 17 menderita patah tulang belakang pada hari Minggu ketika kehilangan kendali atas mobilnya dan menabrak mobil pebalap asal Jepang, Sho Tsuboi. Mobilnya pun terlempar dari trek dan terbang masuk ke tempat berkumpulnya fotografer dengan kecepatan tinggi.
"Semuanya bekerja dan semuanya beres," kata bos tim Frits Van Amersfoort kepada BBC pada hari Senin. “Kami sangat senang, dia sekarang pulih dan semuanya berjalan sangat baik. Tidak ada ketakutan kelumpuhan sama sekali. "
Floersch menghabiskan 11 jam operasi dan tetap dalam perawatan intensif. Menurut ayahnya operasi sengaja berjalan "lambat" untuk menghindari risiko..
"Sophia sekarang sedang dipantau dalam perawatan intensif dan menghabiskan malam di sana dari Senin hingga Selasa," kata ayahnya, Alexander Floersch.
Driver Jepang, Sho Tsuboi, dua fotografer dan seorang marshal juga dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Tsuboi dan fotografer Hiroyuki Minami telah keluar dari rumah sakit. Fotografer lainnya, Chan Weng Wang dari China, harus tinggal untuk perawatan selama sekitar 10 hari.
Jean Todt, presiden Federasi Motor Internasional (FIA), mengatakan pihak terkait akan menyelidiki kecelakaan itu. FIA dimobilisasi untuk membantu mereka yang terlibat dan menganalisis apa yang terjadi, katanya. "Kami akan memantau situasi dan membuat kesimpulan yang diperlukan."

Frits van Amersfoort, kepala tim Van Amersfoort Racing, mengatakan Floersch dalam kecepatan sekitar 276km / jam saat kecelakaan terjadi.
“Itu hampir seperti roket. Saya pikir saya belum pernah melihat yang seperti ini. Ini pasti salah satu yang terburuk yang pernah saya lihat."
(Foto: Mobil Terbang Sophia Floersch / News.com.au)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU