Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Duet Ahok-Djarot Berhembus, Koalisi Kekeluargaan Terancam Pecah

Politik & Pemerintahan
19 Aug 2016
Duet Ahok-Djarot Berhembus, Koalisi Kekeluargaan Terancam Pecah

 

Jakarta – Petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok merajut kembali komunikasi dengan PDIP. Keakraban komunikasi ini memunculkan isu Djarot Syaiful Hidayat akan diduetkan dengan Ahok di Pilgub DKI. Koalisi Kekeluargaan yang salah satunya diusung PDIP pun terancam pecah.

 

“Semua bisa dilihat. Ini masih proses dinamika mau ke Pilgub DKI,” kata Wakil Ketua Bappilu PDIP Gembong Warsono, saat dihubungi, Jumat (19/8/2016).

 

Gembong mengakui awal terbentuknya Koalisi Kekeluargaan sebagai kesepakatan tujuh pengurus parpol tingkat Jakarta yang ingin mencari cagub alternatif di luar Ahok. Namun, sikap partai Banteng moncong putih mengisyaratkan tak lagi seperti awal deklarasi koalisi.

 

Menurut dia, koalisi ini baru sebatas komunikasi antar pengurus parpol dan belum disahkan oleh tingkah dewan pimpinan pusat (DPP). “Di politik kan cair. Semua bisa terjadi. Kita nggak tahu,” tuturnya.

 

Seperti diketahui,  pada Senin (8/8), tujuh parpol tingkat Jakarta mendeklarasikan diri sebagai Koalisi Kekeluargaan. Tujuh parpol tersebut yaitu PDIP, Gerindra, Demokrat, PKB, PAN, PKS, dan PPP.

 

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Wiwi Zuhro menganalisis Koalisi Kekeluargaan memang rentan goyah karena sifatnya baru sebatas tingkat pengurus DKI. Apalagi, sejauh ini PDIP belum mengumumkan nama cagub.

 

Padahal, sebagian parpol di Koalisi Kekeluargaan ingin nama Tri Rismaharini yang diusung maju. Kemudian, munculnya isu Djarot yang akan menajdi pasangan Ahok membuat PDIP seperti berlawanan dengan Koalisi Kekeluargaan.Menurutnya, PDIP sebagai parpol yang memegang kunci dalam koalisi ini.

 

“Nah, koalisi tingkat pengurus parpol ini diuji. Bagaimana kekompakannya dengan dinamika yang berkembang? Sulit kalau kondisinya seperti ini karena PDIP yang pegang kunci,” katanya.

 

 

 

  

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X