
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingatkan agar calon kepala daerah tidak menggunakan strategi politik uang di Pilkada serentak tahun depan. Diharapkan calon kepala daerah mengutamakan sosialisasi kampanye dengan program solusi persoalan di daerah.“Lebih baik sampaikan visi misi terbuka saat kampanye. Jangan mainkan money politics. Kami senang kalau tak ada calon yang dipidanakan, diskualifikasi misalnya,” kata pimpinan Bawaslu Nasrullah saat dihubungi, Minggu (21/8/2016).Nasrullah menekankan politik uang merupakan strategi yang tak mendidik masyarakat. Pemilihan kepala daerah bukan karena idealisme pemikiran namun hanya berdasarkan uang.
Selain tak mendidik, sanksi dari cara ini mulai dari pidana sampai diskualifikasi bagi calon kepala daerah yang terlibat.“Itu yang kami terus sosialisasikan. Ayo, mari kita buat iklim Pilkada yang sehat, jujur, dan mendidik mendidik masyarakat,” sebutnya.Dijelaskan bila moral dan kesadaran calon kepala daerah diperlukan saat berkampanye secara jujur. Dengan dimulai Pilkada yang sehat maka pendidikan politik ke masyarakat bisa tersalurkan dengan benar. “Pilkada yang bagus akan buat hasil pemimpin yang baik untuk masyarakat,” tuturnya.
Seperti diketahui, Pilkada 2017 akan digelar pada 15 Februari 2017. Ada 101 daerah yang berpartisipasi dalam Pilkada serentak kedua ini.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU