
Jakarta – Keputusan Nusron Wahid yang menjadi Ketua Tim Pemenangan petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama terus mendapat kritikan. Kali ini, politkus Gerindra Habiburokhman yang melontarkan kritik karena Nusron masih aktif sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
"Kan jelas pasal 70 ayat (1) b disebutkan jika dalam kampanye calon dilarang menyertakan aparatur sipil negara, anggota Polri dan TNI," kata Habiburokhman di Jakarta, Kamis (15/9/2016).
Dia pun meminta Presiden Joko Widodo mengganti Nusron. Pasalnya, politikus Golkar tersebut merangkap tugas sebagai Kepala BPN2TKI yang mestinya fokus mengurusi persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
"Nusron harus tunjukkan sikap ksatria. Sebaiknya Nusron Wahid mengundurkan diri. Presiden Jokowi harus segera menggantinya karena dia digaji negara sebagai Kepala BNP2TKI untuk ngurus TKI bukan ngurus Pilkada Jakarta," kritiknya.
Dia khawatir jika Nusron terus merangkap jabatan dan aktif dalam Tim Pemenangan Ahok maka kinerja di BNP2TKI tak akan optimal. Apalagi masih banyak pekerjaan rumah terkait TKI yang harus disikapi.
Seperti diketahui, sejak akhir Juli 2016, nama Nusron muncul sebagai Ketua Tim Pemenangan Ahok. Kemunculan nama ini sempat menuai polemik karena Nusron masih mejabat sebagai Kepala BPN2TKI.
Salah satu kritikan pernah disampaikan politikus PDIP Arteria Dahlan. Ia berharap Nusron sebaiknya fokus sebagai Kepala BPN2TKI. Jika memang ingin menjadi bagian dari Timses Ahok maka Nusron harus mundur. (*) Joko Waluyo/Hardani Triyoga
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU