Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Anggota DPR: Jadi Timses Ahok, Secara Etika Nusron Mundur dari Kepala BNP2TKI

Politik & Pemerintahan
22 Sep 2016
Anggota DPR: Jadi Timses Ahok, Secara Etika Nusron Mundur dari Kepala BNP2TKI

 

 

Jakarta - Anggota DPR Komisi II Arteria Dahlan mengkritik sikap Nusron Wahid yang tetap menjabat Ketua Timses Pemenangan petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).  Ia menyarankan jika memang tetap ingin jadi bagian dari Timses, maka seharusnya Nusron mengundurkan diri dari Kepala BNP2TKI.

 

“Kalau mau tetap jadi timTes Ahok, ya yang bersangkutan harusnya secara etika mengundurkan diri dari Kepala BNP2TKI,” kata Arteria dalam pesan singkatnya kepada hariansuaracom, Kamis (22/9/2016).

 

Dia menilai seharusnya setiap pejabat menteri dan lembaga yang dibiayai dari uang rakyat dalam APBN harus fokus terhadap tugas yang menyangkut tugas pokok fungsinya. Jika ada pejabat yang tak fokus, maka rakyat yang akan dirugikan.

 

“Kepala kementerian dan lembaga yang kita biayai dari APBN yang berasal dari uang rakyat wajib hukumnya untuk fokus hanya pada tugas-tugas yang menyangkut tupoksi kementerian dan lembaganya masing-masing,” ujar politkus PDIP itu.

 

Arteria pun menyindir gaya Nusron yang sudah berkonsultasi dengan Presiden terkait persoalan ini.  Mestinya, hal ini tak perlu dilakukan meskipun Jokowi selaku pemegang kekuasaan tertinggi di pemerintahahan. Pasalnya, hal ini menjadi etika dan moral yang dikhawatirkan menjadi polemik.

 

“Jadi kalau justifikasi izin Presiden itu amanah, sikap politiknya harusnya tidak menerima jabatan ketua tim sukses atau terlibat politik praktis sekalipun. Derifitifnya kan akhirnya tidak diperlukan menanyakan ke Jokowi,” sebutnya.

 

Meskipun sebagai kader PDIP yang harus mendukung Ahok di Pilkada DKI, namun ia tetap mengkritisi persoalan ini. Secara prinsip, PDIP menanamkan sikap kritis terhadap kadernya bila menyikapi suatu persoalan.

 

“Itu pula yang selalu diingatkan pimpinan kami bahwa di manapun kita berpijak. Apabila kita dihadapkan pada suatu pilihan, wajib hukumnya memihak pada kebenaran dan jalan kerakyatan,” ujarnya. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X