
Jakarta - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parreira menekankan pengunduran diri Boy Sadikin sebagai kader partai merupakan hak pribadinya. Ia menegaskan dengan pengunduran Boy ini berarti mantan Ketua DPD PDIP DKI itu bukan lagi kader.
“Saya kira itu hak pribadi pak Boy. Dengan membuat surat pengunduran diri tersebut Pak Boy bukan bagian dari PDI Perjuangan lagi,” kata Andreas dalam pesan singkatnya kepada hariansuaracom, Kamis (22/9/2016).
Andreas menyebut status Boy Sadikin yang sudah mundur, tak akan mempengaruhi kesolidan partai. Apalagi statusnya sudah lama mengundurkan diri sebagai ketua DPD PDIP DKI.
“Pak Boy juga bukan ketua DPD lagi sehingga pengunduran diri ini tidak merubah banyak hal di kepartaian,” tuturnya.
Dijelaskan lagi bila alasan DPP mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syasiful Hidayat sudah disosialisasikan kepada kader ranting. Tak hanya paham, kader ranting juga siap bergerak memberikan dukungan untuk Ahok.
“Kemarin saya di DPC Jaksel dengan PAC dan Ranting, saya jelaskan proses dan narasi pencalonan Ahok mereka paham dan siap untuk bergerak dukung Ahok-Djarot,” sebutnya.
Meski demikian, ia menghargai sikap Boy yang terbuka dan fair Keputusan Boy ini tak akan mempengaruhi hubungan pribadi dengannya.
“Meskipun beliau mundur dari partai, toh kita tetap berkawan,” sebutnya.
Seperti diberitakan, Boy Sadikin mengajukan surat permohonan diri mengundurkan diri sebagai kader PDIP. Pengunduran Boy ini karena kecewa keputusan partai yang memutuskan duet Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Djarot Syaiful Hidayat.
Seperti dikutip surat pengunduran Boy yang beredar di kalangan wartawan, ia mengungkapkan beberapa alasan. Salah satunya perbedaan pendapat tentang Pilkada DKI dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Aspirasi saya tentang kepala daerah provinsi DKI Jakarta berbeda dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan,” kata Boy dalam surat bertanggal 21 September 2016 itu. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU