Jakarta - Pemilihan Gubernur DKI 2017 akan menjadi persaingan antara petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan dua calon penantang yaitu Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono. Ketiga calon ini dinilai punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.Peneliti Centre fot Strategis and International Studies (CSIS) Arya Fendandes mengatakan sulit memprediksi pemenang Pilkada DKI kali ini."Masih flutuaktif ya saya kira karena ke depan dilihat dari elektabilitasnya. Belum bisa dikatakan ini sudah pasti akan menang," kata Arya saat dihubungi, Sabtu (1/1/2016).Dijelaskan Arya, tiga pasangan calon ini belum terlihat seluruhnya dalam pergerakan turun ke jalan. Namun, jika dukungan parpol solid maka tiga paslon ini menjadi faktor kelebihannya sehingga punya basis dukungan yang kuat.Maka menurutnya terlalu cepat jika menyimpulkan hasil Pilkada DKI."Saya rasa demikian. Karena tiga paslon ini belum keluar semuanya terutama Agus Yudhoyono. Tapi, Agus punya basis dukungan yang cukup berpengaruh dalam dukungan. Ada empat parpol dan dia dari TNI," jelasnya.Dia menambahkan perlu juga melihat upaya komunikasi yang dibangun para cagub serta pasangannya dengan masyarakat."Ini yang harus dilihat juga. Bagaimana komunikasi para cagub nanti dengan pemilihnya saat mulai ditetapkan," ujarnya.Seperti diketahui, Pilgub DKI 2017 akan diikuti tiga paslon yaitu petahana Ahok dengan dengan Djarot Syaiful Hidayat yang didukung PDIP, Golkar, NasDem, dan Hanura. Kemudian, Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang didukung Gerindra-PKS. Adapun Agus Harimurti Yudhoyono-Silviana Murni didukung Partai Demokrat, PAN, PPP, dan PKB. (*) Ikram Ramadhan
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU