
Jakarta - Menjelang Pemilihan Gubernur DKI, isu terkait agama dalam politik marak dilakukan seperti salah satunya pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menginggung Al Maidah 51. Hal ini dinilai sebagai bagian dari politisasi agama yang akan merusak sendi keberagamaan. "Baik yang dilakukan Ahok maupun pihak yang menentang Ahok. Kalau ini tidak terkendali, akan merusak sendi-sendi keberagaman bangsa kita. Jangan main-main dengan persoalan agama dalam politik perebutan kekuasaan," kata Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU, Rumadi, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/10/2016). Rumadi mengingatkan agar semua pihak hati-hati menggunakan isu terkait dengan agama dalam dalam upaya perebutan kekuasaan.Menurutnya, dalam konteks persoalan Al Maidah 51, bisa saja Ahok tak bermaksud menistakan Islam ketika dialog dengan masyarakat di Kepulauan Seribu. Menurutnya, mungkin maksud mantan Bupati Belitung Timur itu sedang mengkritik sejumlah kalangan yang menggunakan agama Islam agar tak memilih dirinya dalam Pilgub DKI."Dalam hal ini larangan bagi muslim untuk memilih pemimpin non-muslim. Namun, ungkapan Ahok itu bagi sebagian kalangan yang sejak awal tak suka dengannya, bisa dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap ajaran Islam," jelasnya.Namun, di sisi lain, Ahok dan para pendukungnya juga harus sadar pernyataan terkait agama akan mudah dipolitisasi dan sebagai alat untuk memojokkan."Saya tidak bisa melarang jika ada orang yang tidak mau memilih Ahok karena keyakinan agamanya. Itu sepenuhnya hak Anda! Tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai bahan kampanye negatif," tegasnya.Menurutnya, harus dengan cara positif dalam mengimbau memilih calon Gubernur di Pilgub DKI."Mengajak memilih calon Gubernur DKI yang seagama harus diungkapkan secara positif. Jangan diungkapkan secara negatif untuk menjatuhkan seseorang," tuturnya. Ia juga mengkritisi adanya upaya imbauan untuk memilih calon pemimpin dengan dilakukan di tempat ibadah. Upaya ini hanya akan mengotori agama dan mencampuri dalam urusan politik."Atas dasar itu, saya mengingatkan stop politisasi agama! Mari kita menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang menghentikan itu semua," ujarnya. (*) Ikram Ramadhan
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU