
hariansuara.com, Jakarta - Kasus positif Corona (Covid-19) di Tanah Air membukukan rekor dalam dua hari terakhir. Protokol kesehatan dalam new normal yang digaungkan pemerintah Jokowi pun dikritik.
Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR, Sukamta, menilai konsep new normal yang digaungkan pemerintah membingungkan masyarakat. Protokol kesehatan dengan sejumlah kelonggaran justru menambah angka kasus positif.
"Kondisi ini saya kira tidak lepas dari wacana pelonggaran dan juga new normal. Sebagian masyarakat mempersepsi pernyataan-pernyataan pemerintah anggap kondisi saat ini sudah normal dan bisa beraktivitas seperti biasa," kata Sukamta dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis, 11 Juni 2020.
Dia mengingatkan dalam dua hari terakhir angka positif Corona melebihi 1.000. Data kasus positif per Selasa, 9 Juni 2020 mencatat angka 1.043. Lalu, pada Rabu kemarin, 10 Juni 2020, rekor kembali pecah dengan angka 1.241.
Sukamta heran jika merujuk kondisi seperti ini, maka masyarakat seharusnya hati-hati dan makin ketat menjalankan protokol. Hal ini bisa dilakukan jika pemerintah memberikan contoh dengan kebijakan yang benar.
"Apakah (new normal) akan direvisi lagi untuk kesekian kalinya. Ini kan jelas pemerintah tidak punya konsep dan membiarkan kondisi seperti ini terus berjalan lebih dari 3 bulan," kata Sukamta.
Kritikan juga disampaikan Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon. Ia mengingatkan sejak awal jangan sampai new normal justru jadi new disaster atau bencana baru.
Fadli merujuk data saat ini RI menempati urutan 97 dari 100 negara teraman dalam ancaman Corona.
"Pemerintah harus kuatkan protokol kesehatan. Jangan gaungkan new normal, tapi protokol belum siap, karena angka positif masih tambah," tutur Fadli.
Sebelumnya, pemerintah menyampaikan angka penambahan kasus positif Corona hingga per Rabu 10 Juni 2020. Dilaporkan tercatat rekor harian dengan penambahan sebanyak 1.241 kasus jadi 34.316 orang.
Juru Bicara khusus pemerintah dalam percepatan dann penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, spesimen Corona yang diperiksa ada 17.757 sampel jadi 446.918 sampel per Rabu, 10 Juni 2020.
"Jumlah positif bertambah menjadi 1.241 orang sehingga menjadi 34.316 orang," ujar Yurianto. (*) lia/lia
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU