
hariansuara.com, Jakarta-Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) jadi kontroversi karena ingin mengubah rumusan Pancasila sebagai dasar negara. Selai mendegradasi Pancasila, dalam RUU HIP dinilai berpotensi membangkitkan paham komunisme.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani ikut angkat suara terkait polemik tersebut. Ia menegaskan rumusan Pancasila sudah final dan tak bisa diubah.
Gerindra sebelumnya juga disorot karena ikut mendorong RUU HIP di DPR. Namun, kritikan publik terus bermunculan.
Muzani menekankan Pancasila sudah sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Maka, Pancasila tidak bisa ditawar atau digantikan oleh ideologi apapun. Menurut dia, Gerindra akan membantu memperjuangkan hal tersebut.
“Itu sebabnya Partai Gerindra merasa rumusan Pancasila pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah rumusan yang final. Rumusan yang merupakan kesepakatan seluruh pendiri bangsa," kata Muzani, dalam keterangannya secara virtual yang dikutip hariansuara pada Jumat, 19 Juni 2020.
Muzani mengingatkan Pancasila saat ini mesti dijaga sebagai kekuatan bangsa. Dengan Pancasila, Indonesia bisa bersatu meski memiliki heterogen dengan kebhinekaan tunggal ika.
“Kebhinekaan tidak boleh menyebabkan kita bercerai berai,” lanjut Wakil Ketua MPR itu.
Kemudian, Muzani mengatakan Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa sehari setelah hari kemerdekaan RI. Pancasila dianggap sebagai perekat persatuan bangsa.
“Perbedaan itu justru harus menjadi kekuatan. Pancasila adalah sesuatu yang final, tak bisa ditawar," tutur Anggota DPR itu.
Lalu, ia mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai Pancasila di tengah pandemi Corona (Covid-19). Semua elemen bangsa mesti bisa saling bantu dan gotong royong menghadapi pandemi ini.
"Kita semua harus bersatu dalam bingkai NKRI di bawah Pancasila," ujarnya.(*) zai/umi
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU