
Jakarta - Tiga pasangan yang akan bertarung di Pilgub DKI diprediksi akan bertarung sengit. Tiga pasangan yang ada saat ini dinilai memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing untuk bersaing sehingga sulit diperkirakan.
Peneliti politik Centre for Strategis and International Studies (CSIS) Arya Fernandez mengatakan sulit memprediksi karena tiga pasangan ini punya faktor keunggulan di mata pemilih.
“Tiga pasangan ini potensial, punya sama-sama kelebihan,” kata Arya saat dihubungi, Kamis (20/10/2016).
Arya mengatakan kelebihan tiga pasangan ini memiliki basis dukungan massa yang kuat. Meskipun sejumlah survei masih mengunggulkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hal ini belum menjadi jaminan.
“Terlalu cepat kalau patokannya survei. Sulit diprediksi pemenangnya nanti,” jelasnya.
Hal senada disampaikan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Wiwi Zuhro. Menurutnya, dua pasangan penantang petahana yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni punya faktor lebih menghadapi Pilgub DKI.
Dijelaskan Wiwi bila Anies-Sandiaga memilik basis dukungan karena mesin parpol Sandiaga sudah lama dijalankan. Adapun figur Anies Baswedan tak asing di mata publik.
Sementara, Agus-Silvy meskipun baru bergerak, tapi duet ini diperkirakan akan menjadi ‘kuda hitam’.
“Dua pasangan pesaing petahana punya potensi sama dengan Ahok-Djarot. Semua kemungkinan masih bisa, yang namanya politik,” jelasnya.
Seperti diketahui, Pilgub DKI pada 15 Februari 2017 akan diikuti tiga pasangan yang bakal bersaing. Pertama, pasangan petahana Ahok-Djarot Syaiful Hidayat yang didukung PDIP, Golkar, Hanura, dan Nasdem.
Sementara, Anies-Sandiaga diusung koalisi Gerindra-PKS. Adapun duet Agus Yudhoyono-Silviana Murni didukung koalisi Demokrat, PKB, PPP, dan PAN. (*) Ikram Ramadhan
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU