
hariansuara.com, Jakarta - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) menggeruduk Gedung DPR, Rabu kemarin, 24 Juni 2020. Mereka menuntut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) disetop.
Di sela unjuk rasa perwakilan Anak NKRI sempat diterima perwakilan Fraksi PKS di DPR. Perwakilan itu antara lain Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak, Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis.
Mereka diterima Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini dan anggota Fraksi PKS lainnya seperti Mardani Ali Sera, Bukhori Yusuf, dan Habib Aboe Bakar.
Ketua PA 212 Slamet Maarif mengapresiasi PKS yang menyambut pertama massa penolak RUU HIP. Ia berharap PKS konsisten dalam memperjuangkan penolakan RUU HIP.
"Kami harap politik PKS demikian. Konsisten perjuangkan kepentingan umat. Cabut dan tolak RUU HIP," ujar Slamet kepada hariansuara, Kamis, 26 Juni 2020.
Slamet mengingatkan kembali ancaman bahaya dari RUU HIP. Selain peluang membangkitkan paham komunisme, RUU ini bisa mereduksi rumusan Pancasila.
"Masak Pancasila jadi Undang-undang. Cukuplah, tak usah diteruskan," tuturnya.
Menurutnya, lebih baik DPR dan pemerintah saat ini bisa bersinergi dengan membuat kebijakan pro rakyat di tengah kesulitan imbas pandemi Corona.
Kemudian, sejumlah kebijakan macam kenaikan iuran BPJS Kesehatan dievaluasi karena menambah beban rakyat. Pun, desakan agar harga bahan bakar minyak (BBM) turun juga mesti direspons.
"Pemerintah harus buktikan pro terhadap rakyat di tengah pandemi ini," kata Slamet.
Usai bertemu dengan Fraksi PKS di DPR, massa Anak NKRI juga diterima tiga pimpinan DPR. Adapun tiga pimpinan DPR yang merima Rabu kemarin yaitu Azis Syamsudin, Rahmat Gobel dan Sufmi Dasco Ahmad. (*) roh/zai
*Foto: Anak NKRI diiterima Fraksi PKS di DPR (Dokumen Fraksi PKS).
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU