Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Bendera Partai Dibakar, PDIP Teringat Kasus Peristiwa Kudatuli

Politik & Pemerintahan
26 Jun 2020
Bendera Partai Dibakar, PDIP Teringat Kasus Peristiwa Kudatuli

hariansuara.com, Jakarta - Polemik pembakaran bendera PDI Perjuangan jadi persoalan baru dan disorot publik. Bendera PDIP mencuat dibakar saat demo menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung DPR, Rabu, 24 Juni 2020.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan pihaknya selalu menempuh jalur hukum. Meski PDIP, kata dia, sering disasardengan stigma lama.

Dia pun menceritakan peristiwa Kudatuli yang dialami PDIP di era Orde Baru yang dipimpin Soeharto. Saat itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan menempuh jalur hukum.

Menurutnya, instruksi Megawati saat itu membentuk tim pembela demokrasi yang melakukan gugatan.

"Saya teringat ketika konsolidasi dilakukan pasca peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996. Saat itu ada yang mengusulkan untuk melakukan perlawanan terhadap rezim. Namun, Ibu Megawati Soekarnoputri mengambil langkah yang mengejutkan, yakni membentuk Tim Pembela Demokrasi dan melakukan gugatan di lebih dari 267 kabupaten kota," kata Hasto dalam keterangannya, Jumat 26 Juni 2020.

Hasto mengatakan, upaya hukum yang dilakukan PDIP sebagai bentuk keyakinan terhadap jalur konstitusional. Dia bilang itu cara yang selalu dijalani PDIP.

Dia yakin hakim dari 267 kabupaten/kota pasti tak semuanya tak memiliki hati nurani. Keyakinan itu terbukti karena ada seorang hakim di Riau yang memenangkan gugatan PDIP.

"Masa diantara lebih dari 267 Kabupaten, kota tidak ada satupun hakim, atau jaksa atau polisi yang tidak punya hati nurani. Keyakinannya terbukti, seorang Hakim yang bernama Tobing di Riau memenangkan gugatan PDI (dulu) dan posko gotong royong berdiri spontan. Inilah cermin dukungan rakyat. Itulah esensi kekuatan moral," jelas dia.

Kemudian, ia menekankan Indonesia milik bersama, bukan sekelompok orang. Kata dia, pemerintahan Jokowi selalu mengedepankan dialog. 

Viral di media sosial video aksi pembakaran saat demo menolak RUUU HIP di depan Gedung Senayan, Rabu, 24 Juni 2020. Massa pendemo adalah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis ‘Anak’ NKRI yang terdiri dari Persaudaraan Alumni 212, Front Pembela Islam (FPI), sampai GNPF Ulama.

Aksi pembakaran diduga dilakukan saat berlangsung audiensi perwakilan massa dengan pimpinan DPR. Pun, di depan gedung DPR, sekelompok orang masih berorasi dan mereka membakar bendera PDIP dan bendera merah berlogo palu dan arit simbol Partai Komunis Indonesia yang sudah bubar. 

"Bakar, bakar, bakar PKI. Bakar PKI sekarang juga," teriak salah seorang orator.(*) zai/stm

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X