
hariansuara.com, Jakarta - Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengancam reshuffle karena kinerja jajaran menterinya jadi perhatian. Salah satu sektor yang dituju adalah Kementerian Kesehatan.
Peneliti Senior 123 Institute Giofedi Rauf menyoroti sejumlah kementerian yang semestinya jadi tulang punggung dalam penanganan pandemi Corona Covid-19. Namun, bukannya berkontribusi besar, malah kementerian itu memble.
Gio, sapaan akrabnya mengkritisi kinerja Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam penanganan Corona. Ia merujuk teguran Jokowi ke Terawan dalam sidang kabinet pada 18 Juni 2020 lalu jadi acuannya.
Menurutnya, serapan anggaran yang rendah sampai persoalan insentif tenaga medis tak kunjung cair jadi perhatian publik. Begitupun saat awal kasus Corona mencuat, kinerja Kemenkes dicap lamban.
"Iya itu yang jadi perhatian. Soal anggaran belanja saja yang diberikan kepada Kementerian Kesehatan hanya mampu diserap satu persen. Teguran Jokowi jadi bukti," tutur Gio kepada wartawan, Kamis, 2 Juli 2020.
Dia pun menyinggung kinerja Kementerian Pertanian di tengah pandemi ini. Gio bilang soal urusan menjaga pangan agar ketersediaan pangan juga belum optimal dalam kondisi seperti sekarang.
"Situasi pandemi ini, seharusnya Menteri Pertanian bisa mengalkulasi mulai hulu sampai hilir. Dari mulai produksi sampai dengan pasar pangannya. Sehingga produksi cukup, tidak perlu impor dan harganya murah,” jelas Gio.
Di tengah pandemi Corona, isu reshuffle kembali mengemuka karena pernyataan Presiden Jokowi. Eks Wali Kota Solo itu kecewa terhadap kinerja para menterinya.
Jokowi mengkritisi para pejabat pembantunya itu tak optimal dalam penanganan Corona. Kekewaan Jokowi itu disampaikan saat pidato kenegaraan di Istana Negara pada Kamis, 18 Juni 2020.(*) ras/zai
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU