
hariansuara.com, Jakarta - Survei nasional Charta Politica melakukan riset terbaru menyangkut isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Jokowi. Hasil survei dilaporkan masyarakat respons puas dalam kondisi politik, ekonomi dan hukum selama pandemi Covid-19.
Dari survei itu, ada 67,2 persen masyarakat puas di sektor tersebut. Sementara, sebanyak 30,1 persen tidak puas dan 2,6 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
"Dari survei diketahui masih ada kepuasan di bawah Joko Widodo dan Ma'ruf Amin yang meningkat jika dibandingkan dengan kepuasan pada kinerja pemerintah di bulan Mei, yang berada di angka kepuasan 58,8 persen dan Juni dengan angka kepuasan 61,3 persen," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yuniarto Wijaya, Rabu 22 Juli 2020.
Namun, terkait kinerja Menteri Jokowi-Ma'ruf ternyata kepuasan masyarakat masih di bawah 50 persen. Sebanyak 49,7 persen masyarakat mengaku puas dengan kinerja menteri. Sementara, 44,1 persen mengaku tak puas dan sisanya tidak menjawab atau tidak tahu.
Diketahui, mayoritas publik ingin reshuffle kabinet. Sebanyak 73,1 persen setuju ada reshuffle kabinet. Pun, sisanya 13,3 persen tidak setuju dan tak menjawab atau tidak tahu.
"Kepuasan kinerja terhadap pemerintah pusat tidak berbanding lurus dengan kepuasan terhadap kinerja kabinet, di mana tingkat kepuasan berada di bawah 50 persen. Mayoritas responden juga menyatakan setuju dilakukannya reshuffle kabinet," ujarnya.
Nah, terkait politik di Indonesia, ada sebanyak 59,5 persen masyarakat menilai politik di Tanah Air dalam keadaan baik. Lalu, 27 persen responden menilai politik di Indonesia buruk. Kemudian, 13,6 di antaranya tak menjawab atau tidak tahu.
"Penilaian responden terhadap kondisi politik cenderung stagnan, baik pada masa pra ataupun masa pandemi Covid-19. Sementara penilaian terhadap kondisi hukum cenderung mengalami penurunan," ujar Yuniarto.
Diketahui, survei ini dilakukan pada 6-12 Juli 2020 dengan metode wawancara melalui sambungan telepon. Jumlah sampel yang dipilih secara acak untuk ditelepon adalah sebanyak 7.500 data. Lalu, yang berhasil diwawancara adalah sebanyak 2.000 responden.
Survei ini menggunakan metode simple random sampling. Jumlah responden 2.000 memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sebesar kurang lebih 2.19% pada tingkat kepercayaan 95%. (*) ras/zai
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU