Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Rekam Jejak Singkat Bupati Jember Faida

Politik & Pemerintahan
24 Jul 2020
Rekam Jejak Singkat Bupati Jember Faida

hariansuara.com, Jember - Figur Bupati Jember, Faida jadi perhatian dalam dua hari terakhir. Penyebabnya, kepala daerah perempuan itu dimakzulkan DPRD Jember karena dinilai melanggar sumpah janji sebagai bupati.

DPRD Jember memakzulkan secara politik melalui sidang paripurna Hak Menyatakan Pendapat (HMP), yang digelar Rabu 22 Juli 2020. Tujuh fraksi di DPRD Jember sepakat memberhentikan Faida secara politis. 

Hariansuara pun menilik rekam jejak Faida hingga bisa menduduki kursi Bupati Jember. Dari data yang diperoleh, Jumat, 24 Juli 2020, Faida juga seorang dokter dan memiliki rumah sakit di Jember.

Di Pilkada 2015, ia diusung koalisi Nasdem, PDIP, dan PAN. Ia menyatakan maju sebagai calon Bupati Jember. Saat itu, ia merangkul salah satu tokoh Jember yang juga pimpinan pesantren yakni A. Muqit Arief. 

Pasangan Faida-Muqit akhirnya memenangkan persaingan memimpin pemerintahan Jember. Proses kemenangannya digapai dengan proses yang sulit.

Sebab, sang rival ketika itu mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, takdir sebagai bupati memang untuk Faida. Kursi pucuk pemerintahan Jember pun digenggamnya untuk satu periode. Meski sekarang terancam lebih cepat selesai.

Nah, sebelum dimakzulkan, Faida sudah bikin geger publik karena menyatakan mau maju kembali ke Pilkada 2020. Tapi, kali ini, ia menempuh jalur independen. 

Pasangan yang digandeng pun bukan tokoh agama dari pimpinan pesantren. Ia memilih pengusaha, Dwi Arya Nugraha Oktavianto, sebagai bakal calon wakil bupati.

Deretan kesalahan Faida yang dimunculkan di publik sangat banyak, seperti mutasi dan pengangkatan di luar aturan mekanisme. Hal ini menyebabkan pejabat Pemkab tak bisa naik sesuai kepangkatan semestinya.

Persoalan lain ketika Jember disanksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sehingga tak memiliki kuota Calon Pegawai Negeri Sipil. Karena faktor itu, yakni menyangkut harkat hidup warga Jember dan hilangnya peluang untuk bekerja, tensi antara eksekutif dengan legislatif selalu memanas. Dan Faida dari pihak eksekutif semestinya menyambut uluran komunikasi dari DPRD selaku lembaga legislatif demi kemaslahatan rakyat Jember, ini tidak.

Menariknya, saat perhelatan paripurna HMP terhadap Faida, warga Jember pun ikut merespons dari luar gedung DPRD. Mereka ikut bersorak gembira ketika DPRD Jember resmi memakzulkan Faida. (*) ras/zai          FOTO: @pemkabjember

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X