Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

SMRC: Mayoritas Publik Tak Yakin Investor Asing Bisa Genjot Ekonomi

Politik & Pemerintahan
10 Aug 2020
SMRC: Mayoritas Publik Tak Yakin Investor Asing Bisa Genjot Ekonomi

hariansuara.com, Jakarta - Lembaga survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil riset terbaru terkait kondisi ekonomi global di tengah pandemi Corona COVID-19. Hasil survei, mayoritas responden disebut tak setuju dengan kemunculan lebih banyak investor asing.

Masyarakat berpandangan kehadiran lebih banyak pengusaha asing berinvestasi di Indonesia belum tentu menyebabkan kondisi ekonomi di Tanah Air membaik.

Dari survei itu, 54 persen masyarakkat responden tidak setuju dengan anggapan kehadiran pengusaha asing membawa efek positif. Pun, yang setuju cuma 37 persen.

Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad menjelaskan hasil survei pihaknya memungkinkan adanya perbedaan cara pandang karena tingkat pendidikan, tingkat pendapatan. Begitupun wilayah tempat tinggal juga berikan pengaruh atas penilaian warga atas kondisi ekonomi saat ini.

"Responden yang berpendidikan dan berpendapatan tinggi dan tinggal di perkotaan akan cenderung menganggap lebih positif kehadiran investasi asing bagi ekonomi Indonesia. Hal ini berbeda dibandingkan mereka yang berpendidikan dan berpendapatan lebih rendah serta tinggal di pedesaan," kata Saidiman, Minggu 9 Agustus 2020.

Dia mengatakan, temuan ini penting untuk diperhatikan pemerintah. Apalagi, ia mengingat pernyataan pemerintah yang ingin peningkatan ekonomi dengan digenjot investasi asing.

Maka itu, ia memahami sikap masyarakat tentang investasi asing dalam kaitannya dengan perbaikan ekonomi nasional. Menurutnya, sentimen positif publik terhadap investasi setidaknya membantu iklim kondusif bagi investasi di Indonesia.

"Temuan survei nasional SMRC menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah untuk membangun sikap positif tersebut," jelas Saidiman.

Selain itu, hasil survei SMRC menyatakan mayoritas responden masih percaya Presiden Joko Widodo mampu memimpin Indonesia keluar dari krisis ekonomi imbas pandemi Covid-19.

SMRC menyampaikan, sekitar 79 persen responden masih yakin Jokowi mampu bawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19. Sebaliknya, hanya sekitar 20 persen yang menyatakan tidak percaya.

Pun, dalam survei 20-22 Mei lalu, tingkat kepercayaan pada kemampuan Jokowi menangani krisis ekonomi sempat turun jadi 69 persen. Namun, usai itu secara perlahan tingkat kepercayaan terus menaik.

Survei ini dilakukan pada 29 Juli-1 Agustus 2020 dengan wawancara per telepon kepada 1.203 responden yang terpilih secara random. Dengan margin of error yakni 2,9 persen.(*) nis/stm

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X