Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

26 Calon Kepala Daerah di Jatim Jalani Tes Rohani

Politik & Pemerintahan
09 Sep 2020
26 Calon Kepala Daerah di Jatim Jalani Tes Rohani

hariansuara.com, Malang - Usai masa pendaftaran, bakal calon kepala daerah di Jawa Timur jalani tes rohani atau tes psikologi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Sebanyak 26 bakal calon yang mengikuti tes ini di ruang Majapahit, Rabu, 9 September 2020. 

Dikutip dari keterangan resminya, Ketua Panitia tes Kesehatan Calon Kepala Daerah, Saifullah Asmiragani menyampaikan, tahapan tes rohani sebagai rangkaian sesi yang mesti dijalani semua calon kepala daerah. 

Saifullah menjelaskan bakal calon yang ikut serta antara lain dari Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Jember, hingga Kabupaten Blitar.

Dari paslon di Jatim, hanya Kediri yang mengajukan penundaan atau penjadwalan ulang. 

"Tes rohani ini masuk yang wajib. Dalam tes kali diikuti 26 paslon yang datang. Yang meminta penundaan hanya Kabupaten Kediri karena hanya satu paslon," kata Saifullah. 

Dia menjelaskan, nanti tes rohani digelar selama tiga hari. Untuk hari pertama pada Selasa kemarin, 8 September 2020 sudah dilakukan tes kesehatan.

Kemudian, 10 calon kepala daerah lainnya akan mengukuti tes kesehatan gelombang kedua pada Kamis, 10 September 2020. Ia bilang tes kesehatan mengikuti anjuran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga sebagai protokol kesehatan.

"Hari ini kita pemeriksaan lengkap sesuai dengan yang direkomendasikan Ikatan Dokter Indonesia, Badan Narkotika Nasional dan Himpunan Psikologi Indonesia, ada tes psikologi, narkoba dan fisik yang kita lakukan," ujar Saifullah. 

Dia bilang, salah satu syarat yang dibawa calon kepala daerah dengan menyertakan hasil uji swab yaitu negatif Covid-19. Hal itu menjadi syarat utama karena tim medis melakukan tes wawancara dan tes fisik yang beresiko menimbulkan transmisi atau penularan Covid-19.

"Mereka di sini sudah membawa persyaratan semua harus diswab baik paslon dan pendamping. Karena kami wawancara dan tes fisik yang berisiko menimbulkan transmisi," tutur Saifullah. (*)  ras/lia       FOTO: Ilustrasi sosialisasi Pilkada 2020/ANTARA-Novrian Arbi 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X