Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Cabup Hendy Siswanto di Konsolidasi NasDem: Dalam 2 Tahun, Jember Bisa Tersenyum Bahagia

Politik & Pemerintahan
19 Sep 2020
Cabup Hendy Siswanto di Konsolidasi NasDem: Dalam 2 Tahun, Jember Bisa Tersenyum Bahagia

hariansuara.com, Jember - Pada acara Koordinasi dan Konsolidasi Partai NasDem dalam Pemenangan Bupati-Wakil Bupati H Hendy Siswanto-Gus Firjaun Jumat lalu (18/9/2020), Hendy Siswanto menyampaikan kembali terima kasih atas rekom yang diterima.

“Terima kasih atas kepercayaan Partai NasDem memberikan rekom kepada saya berdua Gus Firjaun. Mungkin ini kesempatan emas yang tidak akan terulang lagi. Kecuali satu kata yang dapat saya sampaikan, ‘Haji Hendy dan Gus Firjaun WAJIB memenangkan Pilkada 2020 menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jember 2021-2024,” ujar Hendy dengan nada suara bergetar.

Disampaikannya, saat ini Jember sedang memanggil seluruh warga Jember hadir di Posko Pemenangan Haji Hendy-Gus Firjaun untuk memenangkan Pilkada ini. Dengan begitu, seluruh warga saling bergandeng tangan, bersinergi dan berkolaborasi untuk bersama-sama berjuang keluar dari keterpurukan.

Baca Juga: https://www.hariansuara.com/news/politik/20892/partai-nasdem-resmi-usung-hendy-siswanto-gus-firjaun-maju-di-pilkada-2020

“Kita semua yang hadir adalah penduduk asli di Jember, jadi kita tahu situasi di Jember ini. Mengatasi keterpurukan ini hal yang sangat mulia dan harus kita perjuangkan bersama-sama,” lanjut Hendy yang disambut sorak sorai penuh semangat.

Haji Hendy dan Gus Firjaun, calon bupati dan calon wakil bupati ini, tidak memiliki pretensi apa pun dalam maju di Pilkada 2020. Keduanya bukan politikus dan sebelumnya juga bukan anggota partai politik. Karenanya Haji Hendy, ia kerap disapa, sangat terharu Partai NasDem dengan tulus memberikan rekom kepadanya berdua Gus Firjaun. Tanpa mahar! 

“Kami akan buktikan untuk memenangkan Pilkada ini. Bahwa Partai NasDem wajib hukumnya  untuk besar di Jember dan kelak mencalonkan sendiri kadernya di pilkada-pilkada yang akan datang,” tegas Hendy berapi-api.

INGIN MENGEMBALIKAN HAK-HAK MASYARAKAT 

Masih dalam sambutannya, Hendy mengatakan, Pilkada di Jember tidak seperti pemilihan kepala daerah di tempat-tempat lain. Kondisi Jember yang karut marut, menurutnya, paling tepat adalah dengan tidak terlalu memberi banyak janji. Apa yang dilakukan?

Bersama Gus Firjuan, ia ingin mengembalikan hak-hak masyarakat yang sebenarnya sesuai aturan. 

Ada masalah apa di Jember? Hendy Siswanto melontarkan pertanyaan, lalu ia mengambil contoh. Semestinya hubungan Eksekutif dan Legislatif itu mesra. Apa yang menjadi hak-hak anggota DPRD yang diatur dalam peraturan pemerintah No 18 Tahun 2017 diberikan saja.

Kaum petani juga jangan dibiarkan menangis karena harga pupuk yang mahal, tetapi begitu panen, harga jual hasil bumi mereka rendah. Guru GTT dan PTT gajinya 400.000 mesti disetarakan. Setidaknya mereka bisa hidup minimal di dalam kehidupan rumah tangganya. 

Masih banyak lagi hak masyarakat yang tidak terperhatikan selama ini. Lima tahun terakhir, Jember sejatinya tidak sedang baik-baik saja. Ia pun tak hendak mengulang-ulang benang kusut di Jember. Menurutnya, yang penting apa yang bisa dilakukan agar Jember dapat recovery secara cepat.

Menurutnya, memimpin Jember ini visi-misi bukan untuk lima tahun, tetapi ia yakin bersama partai-partai pengusung, cukup waktu dua tahun bagi Jember untuk tersenyum bahagia. Memang, untuk melakukan itu semua dibutuhkan anggaran yang cukup.

Andai uang Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) tidak cukup, Hendy menggagas untuk mengundang para investor menanamkan modalnya dalam pembangunan di Jember, lalu permudah perizinannya. “Bahkan kalau bisa membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), cukup dengan mengedipkan mata saja, sudah jadi,” ujarnya, berkelakar.

Disampaikan Hendy lagi, selama 23 tahun sebagai birokrat, ia cukup bisa mencari dana untuk pembangunan Jember kelak. Di sini dibutuhkan interaksi yang baik antara eksekutif dan legislatif. Bersama-sama dengan partai-partai pengusung, anggota DPRD, Ketua DPC, DPD, Ketua Partai dan DPR RI, katanya, dapatlah hal itu diperjuangkan untuk membangun Jember.

“Itu tidak terlalu sulit dilakukan asalkan kita bersama-sama,” jelas Hendy, kemudian ia mempersilakan rumahnya di Jakarta digunakan menjadi kantor NasDem, khusus untuk DPRD Jember. "Anggota DPRD Jember kelak 3 bulan di kantor DPRD, dan 9 bulannya kita bersama mencari uang untuk membangun Jember. Saya targetkan, dalam 1 tahun pertama, Jember bisa menarik minimal 15 triliun uang dari provinsi dan APBN." Apakah bisa? 

“Bisa sekali. Kita punya 8 teman dari NasDem di sini, dari Gerindra, PKS, PPP dan Demokrat di DPR RI, punya ketua umum yang hebat. Jika kita bisa sinergikan, maka uang 15 triliun kecil, Saudara-saudara,” tambah Hendy, lalu melempar pertanyaan, ‘Mengapa yang saya bicarakan anggaran terus?’

Hemat Hendy, perencanaan bisa dirancang bermacan-macam, tapi yang terpenting apakah ada anggarannya untuk itu. Jika Allah memberikan izin dan ridho kepadanya dan Gus Firjaun, serta masyarakat Jember memberikan amanah kepadanya menjadi Bupati dan Wakil Bupati, insyaAllah, katanya, keduanya bersama kawan-kawan Nasdem dan anggota DPRD akan sibuk menjadi pelayan masayrakat Jember, demi mewujudkan kesejahteraan Jember. Bidang ekonomi memang menjadi tugas dirinya, sedangkan Gus Firjaun menangani permasalahan pendidikan dan bermacam soal lainnya di Jember. 

WES WAYAHE MBENAHI JEMBER 

Pilkada jatuh pada 9 Desember nanti. Itulah tanggal penentuan posisi menang atau tidak, dan bersama NasDem, Hendy mengatakan, ‘Tiada kata lain, kita wajib menang.’ Pasalnya, itu bukan hanya hari penentuan untuk Nasdem, melainkan penentuan bagi seluruh masyarakat Jember. 

“Haruskah masyarakat Jember 5 tahun ini sudah menangis, masih harus ditambah 5 tahun lagi ke depan? Kesempatan emas ini jangan kita sia-siakan. Tanggung jawab Jember bukan ada di atas pundak saya dan Gus Firjaun saja, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua,” papar Hendy.

“Tadi saya perhatikan pada slide, Ketua Umum NasDem, Bapak Surya Paloh mengatakan, Indonesia memanggil kita. Di sini Jember memanggil kita. Apakah bisa? Bisa! Mudah? Mudah! Bagaimana caranya? Kita bekerja bersama-sama." 

Sebelum menutup sambutannya, Hendy Siswanto berseloroh kembali, namun mengandung pesan yang serius. Katanya, pada pemilihan legislatif yang tanpa gambar, NasDem beroleh 211.000. Sekarang, pilkada ini memakai foto anak yang ganteng ini, bagaimana kalau dapat 300.000 suara. Setuju atau tidak? Hadirin pun menjawab, “Setuju!”

Hendy mengucapkan dengan penuh semangat, “Salam Restorasi! Jangan Keliru Memilih! Yang dipilih adalah yang ganteng, pakai kopiah dan sarungan. Karena yang sekarang adalah wes wayahe, yang sudah berjalan itu wes entek wayahe, dan yang masih kecil itu durung wayahe.”

Tak lupa ia mengajak seluruh warga Jember untuk bergembira menyambut pesta demokrasi dengan menebarkan kebaikan. Adapun fitnah dan iri dengki berseliweran, abaikan. Sampaikan terus kebenaran, semua realita yang dihadapi rakyat. Bukan untuk memfitnah atau menghasut. 

“Saya dan Gus Firjaun insyaAllah akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kami hadir ingin membersihkan dosa kami dengan menjadi bermanfaat bagi masyarakat Jember semaksimal mungkin. Kami bersama Partai NasDem, Gerindra, PKS, PPP dan Demokrat akan memenangkan Pilkada 2020 pada 9 Desember nanti di atas 70%,” tandas Hendy mengakhiri sambutannya. (*) 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X