Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Moch Eksan NasDem: Dengan Konsolidasi, Haji Hendy-Gus Firjaun Menang Pilkada Jember 2020

Politik & Pemerintahan
19 Sep 2020
Moch Eksan NasDem: Dengan Konsolidasi, Haji Hendy-Gus Firjaun Menang Pilkada Jember 2020

hariansuara.com, Jember – Selama 5 hari berturut-turut, mulai dari 18 sampai 22 September 2020, masyarakat, khususnya di Jember dapat mengikuti siaran langsung event Koordinasi & Konsolidasi Pemenangan Haji Hendy-Gus Firjaun pada Pilkada 2020. Anda dapat mengikuti siaran ini melalui live streaming di RienTV Channel dan Jember 1 TV.

Acara tersebut diisi secara berurutan oleh kelima partai politik pengusung—Partai NasDem, Gerindra, PKS, PPP dan Partai Demokrat—serta Partai Anggota Dewan DPRD I, DPRD II, DPR RI. 

Rincian jadwal tayangnya, diawali dengan pemenangan bersama Partai NasDem (18/9/2020). Diikuti dengan gelaran sebagai berikut:

* PARTAI PKS Minggu, 20 September 2020, Pkl 09.00 WIB, 

* PARTAI DEMOKRAT Minggu, 20 September 2020, Pkl 18.30 WIB,

* PARTAI ANGGOTA DEWAN DPRD I, DPRD II, DPR RI Senin, 21 September 2020,  Pkl 21.00 WIB dan

* PARTAI PPP Selasa, 22 September 2020, Pkl 13.00 WIB.

Rekomendasi dari Partai NasDem pada Pilkada 2020 ini diberikan kepada Hendy Siswanto, yang berpasangan dengan Gus Firjaun (Muhammad Balya Firjaun Barlaman). Hadir ketika itu Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jawa Timur, Sri Sajekti Sudjunadi, yang diwakili oleh KH Moch Eksan, SAg.  

 

Dalam sambutannya, Eksan menyampaikan, alasan NasDem memilih Hendy Siswanto sebagai kandidat Bupati Jember, karena dari 4 survei yang dilakukan, tren suaranya terus menerus positif dan meningkat dari waktu ke waktu. Posisi Hendy selalu konsisten di nomor kedua, yang berarti memiliki peluang untuk memenangkan Pilkada 2020. Selain juga memiliki pengalaman yang cukup. 

“Memilih pemimpin bukan pada sekadar kesukaan kita kepada figur tersebut, tetapi lebih kepada visi misi yang akan dilakukannya saat ia memimpin Jember,” ujar Eksan, yang sempat menulis buku kecil tentang pengakuannya akan prestasi Hendy Siswanto, berjudul Jember Jembar, Sumbangan Haji Hendy Siswanto di Dalam Pembangunan.

Pun, pilihan terhadap Hendy Siswanto ini sebagai satu bentuk koreksi dan tanggung jawab Partai NasDem atas pilihan yang keliru pada Pilkada 2015 lalu yang menyebabkan Jember terpuruk dalam lima tahun terakhir.

Dikatakannya, Jember telah menjadi prahara politik yang menjadi konsen nasional, karena kita tidak temukan di kabupaten manapun di Nusantara ini. Hubungan yang buruk antara Bupati dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan seterusnya dengan dinamika di dalamnya sehingga rakyat dipertontonkan oleh pola kepemimpinan daerah yang tidak harmonis dalam membangun daerah. Bupati dan DPRD tidak bisa dipertandingkan, tetapi dipersandingkan untuk bersama-sama memikirkan untuk masa depan Jember. 

Eksan menyebutkan pula, berbeda sekali dari calon bupati Jember Hendy Siswanto. Dari jargonnya, “Sinergi, Kolaborasi dan Akselerasi”, masa depan Jember akan lebih baik, karena dari jargon sinergi saja, kelak pemerintahan akan dijalankan secara harmonis. Sinergi menjadi titik temu dan kesamaan dalam sudut pandang, visi dan misi, program serta cita-cita dan keberpihakan kepada publik, rakyat Jember. Ini bagian terpenting dalam menyusun program dan anggaran Kabupaten Jember kelak. 

“Anggaran merupakan lokomotif yang menggerakkan pembangunan, yang memberikan sumbangsih bagi PDRB, Product Regional Domestic Bruto, yang menjadi cermin keberhasilan suatu daerah. Apabila serapan anggaran menjadi rendah, apalagi SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan—Red) dalam jumlah sangat besar maka perputaran uang menjadi sedikit, lalu berpengaruh buruk terhadap pekerjaan para kontraktor, buruh dan sektor-sektor mikro lainnya. Ini yang menjadi keprihatinan kita semua,” tambahnya.

Hendy Siswanto-Gus Firjaun, lanjut Eksan, akan memenangkan Pilkada 2020. Menurut hitungan logika, koalisi partai politiknya terbesar, yakni lima parpol mengusung pasangan tersebut. Belum lagi kedua kandidat didukung oleh tokoh-tokoh yang memiliki reputasi elektoral dan pengaruh yang besar untuk memilih beliau. Tidak ada alibi untuk kalah, asalkan yang terpenting adalah konsolidasi, kesolidan bersama untuk meraih kemenangan. Dan kemenangan ini dipersembahkan bukan semata untuk Nasdem, bukan untuk Haji Hendy, melainkan bagi masyarakat Jember.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem, Marsuki Abdul Gafur, SE menyampaikan tentang Partai NasDem, yang sejak berdiri dan 2014 sudah memulai ikut pemilu legislatif maupun eksekutif, tidak ada istilahnya minta-minta mahar. NasDem itu politik tanpa mahar.

Seperti disampaikan Moch Ikhsan sebelumnya juga, Partai NasDem dirancang bangun sebagai partai ideologis. Berorientasi kepada kepentingan bangsa, menjaga persatuan, untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap partai politik. Jadi, bukan partai yang sekadar hanya ingin memperoleh nilai tawar politik. 

Marsuki menegaskan, NasDem adalah partai tanpa mahar. Pada pencalonan Bupati Jember  2015 lalu yang didukung NasDem tanpa mahar. PNamun, di sebuah webinar, tersebar opini di luar yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan rekom itu besar biayanya, sampai miliaran rupiah. “Saya sampai melakukan klarifikasi atas pernyataan tersebut sampai ke tingkat DPW dan DPP. Pada Pilkada 2020 ini, mulai dari pendaftaran sampai mendapatkan rekom dari Partai NasDem, tidak ada mahar. Silakan tanya,” ujarnya.

Kemudian Marsuki menyemangati untuk berjuang bersama-sama dengan partai-partai politik yang berkoalisi beserta para relawan maupun simpatisan. NasDem beriktikad selalu bersama fraksi, anggota DPRD Provinsi dan DPR RI serta 8 anggota DPRD di daerah. 

“Kita harus betul-betul mematuhi rekom dari DPP Partai NasDem mengikuti garis-garis yang ada di NasDem. Yang penting pada tahun 2020 ini Pilkada harus sukses yang didukung nasDem. Secara struktural dari pengurus DPD, DPC, 55 kader di tiap desa, sampai di tingkat DPRT pada awal atau akhir bulan ini,” lanjut Marsuki.

Di Dewan Pimpinan Cabang (DPC), ke-55 anggota per desa itu akan didaftarkan nama dan beroleh Kartu Tanda Anggota (KTA) dan langsung masuk ke jaringan pemenangan Pilkada. 

Selain itu dinyatakan Marsuki, dalam menjalankan tugas kepartaian, Moch Ichsan  akan mendampingi DPD Jember dari Pilkada Bupati 2020 sampai ke Pemilihan Legislatif 2024. (*) hab/mel  Foto: IST

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

1

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X