Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Hendy Siswanto-Gus Firjaun akan Bentuk Super Team Bersama PPP untuk Setop Jember Menangis

Politik & Pemerintahan
23 Sep 2020
Hendy Siswanto-Gus Firjaun akan Bentuk Super Team Bersama PPP untuk Setop Jember Menangis

hariansuara.com, Jakarta - Selasa (22/9/2020) diselenggarakan Konsolidasi dan Koordinasi Partai Persatuan Pembangunan (Petiga atau PPP) untuk memenangkan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati 2021-2024, Haji Hendy Siswanto-Gus Firjaun (KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman) di Pilkada 2020 pada 9 September yang akan datang. 

HM Madini Farouq, Ketua DPC PPP Jember menyampaikan sambutannya, setelah meneriakkan yel yel yang menggelorakan semangat insan PPP.

“PPP memilih hari terakhir dari serangkaian sesi konsolidasi dan koordinasi pemenangan Haji Hendy-Gus Firjaun bersama teman-teman partai koalisi. Last but not least, terakhir tapi yang terakhir inilah yang akan menentukan kemenangan Haji Hendy-Gus Firjaun!” HM Madini Farouq atau Gus Mamak memulai.

Melihat kekuatan partai koalisi pendukung, 28 dari 50 kursi di DPRD, merupakan kursi mayoritas. Harusnya Haji Hendy sudah jadi Bupati Jember, kalau pemilu oleh DPR. Tapi karena bupati dan wakil bupati ini dipilih langsung oleh rakyat, maka ia pun meminta seluruh jajaran pengurus menyatukan langkah untuk memenangkan pasangan Haji Hendy-Gus Firjaun. 

“Kepada seluruh insan PPP dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC), para kiai, ranting-ranting PPP di 248 desa dan kelurahan sampai koordinator RW yang juga merupakan koordinator TPS, mari kita semua untuk wes wayahe mbenahi Jember, wes wayahe menangkan Haji Hendy-Gus Firjaun. Mari kita bergerak bersama rakyat. Kita semua prihatin melihat kondisi Jember saat ini,” ujar Gus Mamak, lantang.  

Ketua DPC PPP Jember itu kemudian menyerahkan langkah-langkah konsolidasi pemenangan  Haji Hendy-Gus Firjaun di Pilkada 2020 secara detail sampai ke tingkat bawah. Untuk itu akan digelar berbagai pertemuan silaturahim dengan para ulama Ka’bah, PAC per dapil 1 sampai 6, WPP (Wanita Persatuan Pembangunan, hingga GPK (Gerakan Pemuda Ka’bah).

Sementar itu, Ketua DPW Jawa Timur, KH Muhammad Tohir, menyambut baik hal tersebut, sambil menambahkan, “Perempuan juru kampanye yang efektif. Tidak bisa disepelekan. Seperti kisah Nabi Musa, Siti Aisyah, meminta kepada suaminya, Firaun, untuk tidak membunuh bayi Musa, sebaliknya  merawatnya sebagai anak angkat. Orang seganas Firaun akhirnya tunduk pada perkataan lembut Aisyah. Jadi, jangan lupakan ibu-ibu sebagai jurkam. Selain itu, kita patuhi secara ketat protokol kesehatan, agar tak terjadi kekhawatiran akan timbulnya cluster baru di Pilkada. Dengan menjaga wudhu kita, itu membantu kita terlindung dari penularan Covid-19.”

Haji Hendy Siswanto: Dari Mengalir Darah NU Hingga Super Team Hendy Siswanto, calon Bupati Jember adalah pengusaha yang berlatar belakang birokrat. Selama 23 tahun bekerja untuk negara, hingga atas totalitas pengabdiannya itu, negara menganugerahkan kepadanya dua Satyalancana Pembangunan.

Di awal orasi politiknya, Haji Hendy menyatakan keharuannya atas kepercayaan PPP yang memberi dirinya dan Gus Firjaun rekomendasi di Pilkada 2020. 

“Kami berdua bukan kader PPP, juga bukan dari partai politik. Tetapi PPP, partai yang sangat hebat, sudah lama berdiri karena profesionalisme dan kebijakannya yang hanya ingin Jember menjadi lebih baik lagi memberi rekom. Kami tidak akan sia-siakan. Akan kami buktikan, pada 2024 PPP bukan hanya menjadi partai pengusung untuk orang lain, tapi partai yang akan mengusung kader PPP sendiri,” ujar Haji Hendy.

Sempat disampaikan Haji Hendy, dalam suasana Pilkada, banyak hal dicuatkan orang untuk mendiskreditkan kontestan pilkada. Haji Hendy mengalaminya, hingga ia sempat dipanggil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (2018-2023), KH Marzuqi Mustamar, dimintai penjelasan  tentang Habib Rizieq Shihab (HRS). 

“Saya menjawab, foto bersama Habib Rizieq itu waktu umrah di Makkah pada 2016. Karena di sana ada Habib Rizieq, kami bersama teman-teman berfoto, meminta doa beliau, lalu selesai, pulang. Maaf, Kiai, bukankah itu yang diajarkan oleh NU? Bahwa kita harus hormat kepada para Habaib dan para Kiai. Jadi, itu yang kami laksanakan,” papar Haji Hendy.

Lebih lanjut disampaikan Haji Hendy, bahwa ia tidak punya KTA NU (kartu tanda anggota Nahdlatul Ulama), tetapi dalam darahnya mengalir ajaran dari para kiai dan ustadz NU. Hendy kecil, setiap minggu, mendapatkan secarik kertas kecil berisi amalan dari almarhumah ibundanya sepulang beliau mengaji di kediaman Ibunda Gus Mamak dan Ibunda Gus Firjaun. 

“Sore kertas kecil berisi amalan itu diberikan ke saya untuk dipelajari, lalu esok harinya saya dites. Bila tidak bisa menjawab, Ibu saya bilang, ‘Kalau tidak bisa, nanti besar kamu mau jadi apa?’ Ibu saya asli Sumenep dan beliau bukan dari pesantren, tetapi dari almarhum ibu, saya mendapatkan ajaran-ajaran NU. Dalam darah saya mengalir ajaran NU,” jelas Haji Hendy dalam bahasa campur-campur, Bahasa Indonesia dan Bahasa Madura.

Ia pun menyampaikan sebab memutuskan bersama Gus Firjaun maju di Pilkada 2020.  “InsyaAllah, kami tidak akan maju Pilkada 2020 bila keadaan Jember normal-normal saja. Namun, apa yang terjadi? Jember sedang sakit. Jember tidak sedang baik-baik saja. Jember terpuruk, bukan karena pandemi (Covid-19), tapi dalam 4 tahun terakhir Jember semakin jatuh posisinya. Padahal Jember sangat kaya raya. Tidak mungkin Jember menjadi terpuruk seperti ini,” paparnya.

Dalam Pilkada 2020 ini, pasangan Hendy Siswanto dan Gus Firjaun, selaku calon bupati dan wakil bupati Jember 2021-2024, tak memberi janji-janji. Keduanya hanya betekad akan mengembalikan hak-hak masyarakat Jember yang terabaikan selama lima tahun terakhir ini. Seperti isi Mars PPP, di antaranya akan  mengentaskan masyarakat Jember dari kemiskinan dan kebodohan. Ada 226.000 warga miskin, tidak punya makanan dan pekerjaan. Petani menangis, karena harga pupuk mahal, tetapi harga jual panen rendah. Selalu rugi. Pemerintah daerah sewajibnya hadir di situ.

Haji Hendy telah blusukan ke desa-desa. Banyak titik sawah dilihatnya tak teraliri air akibat sarana dan prasarana irigasi yang rusak, tidak dirawat. Adalah hak petani untuk mendapatkan air mengalir, agar mereka bisa bercocok tanam. Terabaikan pula hak pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT), ratusan pesantren tak mendapatkan sentuhan bantuan pendanaan dalam melahirkan insan berakhlakul kharimah. Begitu pula nasib masjid. 

“Kemiskinan di mana-mana. Ini semua tidak boleh terjadi. Allah telah memberi Jember karunia sumber daya alam yang kaya dan sumber daya manusia yang potensial. Kita pernah berhasil menjadi kabupaten berswa sembada pangan di era ’70-’80-an. Bahkan Masjid Al Baitul Amin di alun-alun itu dibangun dari sebagian besar sumbangan para petani,” ujar Haji Hendy lagi.

“Dengan ridho Allah dan mendapatkan amanah dari masyarakat untuk memimpin Jember, kami berdua akan akan berkolaborasi secara jelas dan konkret. Bagaimana caranya? Kami akan melakukan sinergi dengan semua pihak dan berbagai elemen masyarakat, termasuk partai PPP. Kami akan tetap meminta bantuan kepada PPP, mulai dari Ketua DPD, DPC, DPW, sampai ke DPP. Ada Ketua Umum, Bapak Suharso Monoarfa, yang kini menjadi Ketua Bappenas/Menteri PPN. Saya selama 10 tahun dari 23 tahun masa pengabdian di Bappenas. Kami akan berjuang untuk mendatangkan uang 15 triliun ditambah APBD 5 triliun, total 20 triliun, untuk mengentaskan Jember dari kemiskinan,” urai Haji Hendy.

Program dalam pengentasan Kabupaten Jember diawali dengan mengambalikan hak para anggota Dewan di DPRD sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 yang selama ini diabaikan. Air minum untuk anggota Dewan saja tidak ada jatahnya di gedung DPRD yang megah itu, ujar Hendy Siswanto. “Saya akan ajak anggota dewan mencari uang di Pusat untuk membangun Jember,” lanjut Haji Hendy. 

Untuk itu, dalam pembangunan sampai menyentuh pelosok desa, Haji Hendy Siswanto-Gus Firjaun akan membangun smart village, desa mandiri yang bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan mempertahankan kearifan lokal. Begitu Haji Hendy-Gus Firjaun terpilih dan dilantik, DPAC PPP, konkretnya, mengawalinya dengan menyetorkan jumlah warga miskin dan kebutuhan masyarakat di daerahnya masing-masing.

Kepala Desa sejumlah 248 orang menjadi komandannya, sebagai ‘bupati-bupati kecil’. Pemerintah Daerah hanya mensupport. Siapa yang mengawasi? Seluruh teman-teman dari partai-partai pengusung Haji Hendy-Gus Firjaun yang akan mengambil peran itu. 

“Dengan bersinergi dan berkolaborasi pembangunan bisa dilakukan dengan akselerasi, percepatan. Pelaksanaannya harus cepat. Saya dan Gus Firjaun targetkan cukup dua tahun, Jember bisa tersenyum. Semua punya makanan yang cukup dan ada pekerjaan,” tandas Haji Hendy, yang berarti akan melibatkan seluruh unsur dalam tubuh partai mulai dari Ketua DPC, para fungsionaris partai, WPP dan GPK. 

"Pilkada 2020 bukan Pilkada sederhana, tetapi untuk mengembalikan Jember dari keterpurukan. Kesempatan  pertama dan terakhir. Lima tahun kemarin Jember menangis, bahkan seminggu lalu, 611 saudara kita para aparatur sipil negara (ASN) kecewa, karena usulan kenaikan pangkat mereka dari pemerintah daerah ditolak oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Ini semua memperlihatkan betapa sistem atau tata kelola organisasi di pemerintah daerah saat ini tidak tepat," tandas Hendy.

“Apakah kita ingin Kabupaten Jember terpuruk lagi? Tidak!  Naudzubillah min dzalik. Mari kita menangkan Pilkada 2020, lalu kita berjuang bersama, berkonsolidasi sampai ke ujung tombak masing-masing. Kita bangun super team untuk membenahi Jember,” pungkas Haji Hendy, yang disambut dengan tepuk tangan riuh tanda kesatuan hati dari insan PPP telah terjalin baik. (*) stm/mel   Foto: IST

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X