
hariansuara.com, Jember - Hari ini, 24 September 57 tahun silam ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional sebagai sebuah penghargaan negara kepada sumbangsih para petani.
"Sektor pertanian dan pangan merupakan soal hidup matinya suatu bangsa. Petani merupakan salah satunya tonggak penjaga ketahanan pangan," ujar Haji Hendy di Jember dalam keterangan tertulisnya pada Hari Tani Nasional.
Jika para petani hidupnya miskin, jauh dari sejahtera, maka suatu daerah akan terancam krisis pangan. Itulah yang disebut malapetaka.
Beberapa waktu lalu Hendy Siswanto banyak blusukan ke desa-desa di Jember. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk berbincang dengan para petani. Ia sangat sedih mendengarkan mereka, betapa selama ini mereka mengalami kesulitan, dan dibayang-bayangi kemiskinan. Apa pasal?
"Mereka sulit mendapatkan pupuk dengan harga yang terjangkau. Namun, saat panen, mereka selalu rugi karena harga jual padi sangat rendah," kata Haji Hendy menirukan curhat para petani.
Untuk itulah, tandas Haji Hendy, pemerintah daerah harus hadir untuk menyelamatkan nasib para petani. Memberi hak-hak mereka untuk mendapatkan pupuk dengan mudah dan harga yang murah. Sarana prasarana irigasi yang terawat baik, serta kebijakan pengaturan harga jual hasil bumi yang kompetitif.
"Seperti warga masyarakat Jember lainnya, ke depan para petani harus tersenyum bahagia dan hidup sejahtera. Untuk itu, bersama para petani, kita bersinergi dan berkolaborasi untuk benahi Jember menjadi lebih baik dan makmur," ujar Haji Hendy.
Selamat Hari Tani Nasional! (*) mae/mel Foto:@hendysiswanto
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU