Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Paslon 2 Haji Hendy-Gus Firjaun: Tolak Tambang Silo, Toh Bisa Garap SDA Lainnya Asal Punya RDTR

Politik & Pemerintahan
16 Nov 2020
Paslon 2 Haji Hendy-Gus Firjaun: Tolak Tambang Silo, Toh Bisa Garap SDA Lainnya Asal Punya RDTR

hariansuara.com, Jember - Dalam Debat Publik Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jember 2020 yang sama Minggu (15/11/2020) muncul pertanyaan tentang gagasan penolakan penambangan emas di Silo selagi pemerintah kabupaten melakukan giat investasi di Jember.

Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 2, Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Haji Hendy-Gus Firjaun) dengan tegas menolak kegiatan penambangan emas di Silo. Bahkan untuk komitmen tersebut, keduanya telah menandatangani surat penolakan tersebut. 

Baca Juga: Pason Nomor Urut 2, Haji Hendy-Gus Firjaun Tandatangani Tolak Eksploatasi Tambang di Silo

 “Untuk tambang emas di Silo, kami, Paslon 2, pasti tidak setuju. Dan kami menolak tambang emas itu. Tentang bagaimana kondisi kekayaan yang ada di Jember, tentunya kita kembali lagi kaitan ke lingkungan hidup kita. Nah, kita harus punya RDTR, Rencana Detail Tata Ruang. Dan ini menyangkut tentang kondisi lingkungan kita diperuntukkan untuk apa. Rencana harus jelas. Apa pun kondisinya, namun dengan perencanaan yang jelas, insyaAllah apa yang akan kita lakukan akan lebih bagus lagi ke depan.

Masyarakat harus memiliki semaksimal mungkin kekayaan alam di Jember untuk masyarakat Jember. Dan ini menjadi komitmen kami. Kami garis bawahi lagi, untuk tambang emas di Silo kami sangat tidak setuju.

Gus Firjaun menambahkan, sambil menyitir kaidah fiqh (Qoidah fiqhiyyah),   درء المفاسد مقدم على جلب المصالح Dar-ul mafasid muqoddamun 'alaa jalbil masholih. Yang dimaksud adalah prinsip kebijakan pemerintah harus mengacu pada kemaslahatan rakyat. Untuk itu, menolak kemafsadahan (kerusakan/burukan/kejelekan) harus didahulukan daripada mengambil mashlahat (manfaat).

"Tambang di Silo pastinya akan berdampak negatif kepada masyarakat, lingkungan, dan sebagainya, maka tatkala ada pembatalan tambang tersebut, kami setuju itu dibatalkan. Mengapa? Sekali lagi, karena tingkat keburukannya jauh lebih besar daripada kebaikan/manfaatnya. Sebagai pemerintah, tentu harus berorientasi kepada kemaslahatan umat.

Lebih detail lagi, Hendy Siswanto menambahkan berdasarkan hasil risetnya bersama Gus Firjaun di 428 titik lokasi di Kabupaten Jember, Jember masih memiliki banyak sumber daya alam yang bisa digali. Namun, ditegaskan kembali oleh Hendy Siswanto yang berlatar birokrat itu, bahwa dengan perencanaan yang bagus, lalu melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada, tentunya ini akan membangkitkan gairah untuk membangun secara keseluruhan.

"Dengan keterlibatan masyarakat, kita tahu apa keinginan masyarakat terhadap sumber daya alam tersebut. Intinya, semua harus dioptimalkan. Kami akan melakukan sinergi, kolaborasi dengan semua pihak, namun tetap harus ada akselerasi atau percepatan, agar masyarakat dapat langsung merasakan nikmatnya, manfaat dari sumber daya alam yang kita miliki," tandas Hendy Siswanto. 

Ditambahkan oleh Gus Firjaun, bahwa alternatif-alternatif pilihan itu pasti ada. Bila tambang itu berdampak negatif kepada masyarakat, kenapa harus diteruskan? Pasti ada alternatif lain untuk membangun Silo. Hanya saat ini itu yang belum diketahui, karenanya penting melibatkan seluruh stakeholders untuk bisa menggali potensi non tambang untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Ditegaskan Gus Firjaun lagi, dalam menjalankan kepemimpinan itu harus mendahulukan untuk menolak mafsadat (kerusakan) dari mengambil maslahat (manfaat/kebaikan). (*) mel/mel   Foto: IST

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X