
hariansuara.com, Jember - Mobil berstiker calon bupati-wakil bupati Jember nomor urut 2, Hendy Siswanto-KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman sehari-hari diparkir di Jalan Sunan Drajad, Kelurahan Talangsari, Kecamatan Kaliwates, Jember. Biasanya, aman. Tapi pagi tadi (7/12) ditemukan sudah dicorat-coret pilox warna merah.
Mencolok, memang. Mobil yang kesehariannya digunakan Gus Firjaun, sapaan pengasuh Pondok Pesantren Ashtra itu, pada bagian depan tertulis ‘kalah’, kemudian sampingnya tertulis ‘diganti’ dan belakang mobil dicoret tanda silang.
“Memasuki masa tenang, mobil ber-branding ini tidak saya pakai. Sebab saya menghargai aturan dalam Pilkada ini,” ujar Gus Firjaun, yang sehari-hari memarkir mobil tersebut di lahan kosong kakaknya.
“Karena grendel pintunya rusak, maka orang bisa masuk dan rupanya mencorat-coret mobil ini. CCTV tidak ada. Jadi, tidak tahu siapa yang melakukannya. Kejadiannya mungkin malam atau dini hari. Alhamdulillah tidak ada yang rusak. Tapi nanti, dicek lagi,” lanjut Gus Firjaun, yang baru tahu kejadian tersebut jelang keberangkatannya ke Posko Pemenangan.
Mari Berkompetisi Secara Sehat dan Baik
Tindakan vandalisme ini, menurut Gus Firjaun, tentu dilakukan orang yang tak bertanggung jawab. Tujuannya apa? Boleh jadi untuk memperkeruh suasana. Ini kan pada masa tenang menjelang Pilkada, 9 Desember besok.
Karenanya, putra Rais Aam PB Nahdalatul Ulama, KH Ahmad Shiddiq, ini mengajak semua pihak untuk berkompetisi secara sehat dan baik. Bersama-sama menciptakan Pilkada yang damai dan aman.
“Namanya ‘kan pesta demokrasi, semestinya ya menyambut dengan gembira. Tidak melakukan hal-hal yang buruk, seperti mencoret-coret mobil orang. Ini justru memperlihatkan kalau dirinya kalut, panik, dan tidak baik kondisi mentalnya, pendidikannya maupun pola berpikirnya,” tandas Gus Firjaun yang tak hendak melaporkan hal ini kepada yang berwajib. Namun ia tak tahu bagaimana penerimaan teman-teman di tim relawan.(*) mel/mel Foto: IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU