
hariansuara.com, Jember - Dalam acara Serah terima jabatan (Sertijab) dari Plh (pelaksana harian) Bupati Jember Hadi Sulistyo kepada Bupati Jember H Hendy Sulistyo kemarin (2/4/2021) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember. Istimewa, sebab Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri hadir menyaksikan prosesi tersebut.
Bupati H Hendy Siswanto bersama Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman memimpin bersama dengan mencanangkan visi ‘Sudah waktunya membenahi Jember, dengan berprinsip pada sinergi, kolaborasi dan akselerasi dalam membangun Jember.’

Menyelesaikan seluruh masyarakat di Jember, jelas Bupati Hendy, untuk mengembalikan hak-hak masyarakat wajib dilakukan bersama-sama. Saling bergandeng tangan, bekerja bersama-sama dan melakukan akselerasi, istilah kini ‘gercep’ (gerak cepat). Bupati Hendy optimistis visi dan misi menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Jember tercinta bisa terlaksana.
Bupati Hendy Siswanto memaparkan program-program pembangunan dan kebijakan untuk Kabupaten Jember. Tentunya, prosesi pelaksanaannya melalui mekanisme dan ketentuan yang ada. Termasuk di dalamnya mengindahkan kebijakan berjenjang di atasnya, serta dikupas dan dibahas untuk mendapatkan kesepakatan bersama antara lembaga eksekutif dan legislatif.
Pembangunan Infrastruktur di Seluruh Jember hingga JORR
‘Jalan berlubang seribu’ julukan satire sempat ditujukan masyarakat kepada Kabupaten Jember tatkala jalan berlubang menelan korban jiwa. Ada benarnya. Solusi untuk masalah ini adalah dengan memperbaiki infrastruktur jalan di seluruh Kabupaten Jember. Dilengkapi dengan PJU (penerangan jalan umum).
“Insya Allah tahun 2021 ini, sekitar 8 bulan, kami tuntaskan pembangunan infrastruktur sejauh 800 kilometer di seluruh Kabupaten Jember,” papar Bupati Hendy menjawab keluhan masyarakat luas akan kondisi jalan yang parah selama ini.
Baca juga: Keluhkan Jalan Rusak, Masyarakat Desak Perbaikan Infrastruktur di Jember
Bahkan beberapa desa, pelosok dan perbatasan lama belum tersentuh pembangunan jalan. Suka atau tidak, ini penyebab keterisolasian dan ketidakmerataan dalam penyebaran kesejahteraan. Jalan keluarnya, hemat Bupati Hendy, tiada lain dengan membuka akses jalan.
“Kami ada program pembangunan Jember Outer Ring Road (JORR) yang memberi banyak manfaat bagi masyarakat. Dengan jalan ini petani dapat mendistribusikan hasil bumi Jember yang hebat. Contoh, kopi Rengganis diproduksi di lereng Gunung Argopuro tidak terdistribusi maksimal karena ketiadaan jalan,” urai Bupati Hendy, lalu mengurai lebih lanjut,
Baca juga: Lagi, Bacabup Jember Hendy Siswanto Disambati Masyarakat Soal Jalan Rusak
“Dengan JORR ini, peluang masyarakat untuk berkembang jadi terbuka. Kesenjangan atau keterisolasian pupus. Masyarakat bisa lebih mobile, entah untuk berniaga, menempuh pendidikan, bekerja atau menjalin silaturahim. Bukan mustahil terbangun sentra-sentra pemukiman dan kegiatan ekonomi baru. Masyarakat tak harus ke kota untuk sekolah atau bekerja.”
Perbaikan dan pembangunan infrastruktur merambah jauh ke titik-titik potensial sebagai menjadi destinasi wisata. Kondisi ini kondusif yang akan menarik minat investor menanamkan modalnya, sehingga ekonomi Kabupaten Jember secara keseluruhan akan menggeliat naik.
Pertanian Daya Ungkit Ekonomi di Kabupaten Jember
Penduduk Kabupaten Jember 60% di antaranya adalah petani. Momok bagi mereka adalah sulitnya mendapatkan pupuk. Selama ini petani bergantung pada subsidi pupuk dari pemerintah, sementara kuotanya terbatas.
“Jember memiliki banyak ahli pertanian, bahkan di sini ada perguruan tinggi di bidang pertanian. Hemat kami, dengan berkolaborasi, kita bisa bangun pabrik pupuk sendiri, sehingga kebutuhan pupuk setahun dapat terpenuhi,” tandas Bupati Hendy, lalu menambahkan, “Sistem pertanian diintegrasikan dengan perkebunan dan perikanan maka Kabupaten Jember bisa mewujudkan swasembada pangan.”
Mengaplikasikan Transformasi Digital dan Pembuatan Big Data
Bupati Hendy menjelaskan pentingnya pengaplikasian program digitalisasi di pemerintahan kabupaten (Pemkab) Jember. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat yang digitalized akan mengoneksi 218 desa di Kabupaten Jember secara lebih cepat, akurat dan termonitor.
“Pembuatan Big Data ini akan merangkum data tentang potret riil 2,6 juta penduduk Jember secara lengkap termasuk potensinya. Berdasarkan informasi di Big Data tersebut, pemerintah daerah hingga lembaga legislatif pun bisa membuat kebijakan bagi masayrakat secara pas dan tepat sasaran,” ulas Bupati Hendy.
Dilanjutkannya lagi tentang program pembuatan Master Plan Kabupaten Jember yang belum dimiliki selama ini.
Pun, program pembuatan RDTR, Rencana Detail Tata Ruang, sebagai acuan pemanfaatan lokasi-lokasi secara tepat sesuai peruntukannya. Tidak seperti yang lalu, daerah subur berpotensi untuk pertanian justru digunakan untuk kegiatan alih fungsi yang lain.
Kajian Pantai Puger Sebagai Daya Ungkit Perekonomian Jember
Untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Jember, Bupati Hendy menyampaikan kajian Puger sebagai daya ungkit perekonomian. Sumber daya alam berupa air tawar sejauh 800 kilometer bisa dikelola menjadi destinasi wisata air.
Di Puger juga berpotensi ekonomis jika dibuat pelelangan iklan dan pabrik pengalengan ikan. Untuk itu dibutuhkan infrastruktur pendukung dengan melakukan pelebaran jalan, saluran, jalan by pass menuju Pantai Puger, serta dermaga.
Kajian Menjadikan Getem Kawasan Ekonomi Khusus
Melihat potensi yang ada, Bupati Hendy menyampaikan kajian menjadikan Getem di Kecamatan Puger menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Geografis yang mendukung bisa dibangun Bandara Internasional Moch Sroedji dan juga dermaga. “Ini baru sebatas kajian. Tentu implementasinya mesti dilakukan sesuai prosedur, mekanisme dan pembahasan intens dengan banyak pihak terkait,” jelasnya.

Program Perbaikan Honorarium Guru, Nakes dan Pekerja Tidak Tetap
Menimbang besarnya kontribusi tenaga pendidik dan kesehatan bagi kemaslahatan masyarakat, Bupati Hendy akan menaikkan honorarium guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang berjasa dalam mencerdaskan dan menyehatkan masyarakat Jember. Pun, menaikkan honor karyawan yang masih rendah, seperti tukang parkir, tukang sapu, pemadam kebakaran dan lain-lain.
Kajian Membuat Perusahaan Daerah Baru
Kabupaten Jember memiliki 46 pasar besar. Untuk memaksimalkan kegiatan di sektor niaga, Bupati Hendy menyebutkan kajian pembuatan Perusahaan Daerah Pasar Jember. Juga membuat Perusahaan Daerah Investasi dan Sumber Daya Alam, serta Perusahaan Daerah Pariwisata.
Melihat kondisi pasar yang ada, Bupati Hendy menyampaikan tentang kajian peremajaan pasar di Kabupaten Jember, seperti Pasar Induk, Pasar Tanjung, dan lain-lain.
Kajian Perencanaan Pemindahan Pusat Pemerintahan
Bupati Hendy menyampaikan kajian tentang pemindahan pusat pemerintahan. Kantor Pemkab Jember, Gedung DPRD dan kantor Parpol berada berdekatan, sehingga komunikasi dan koordinasi dapat berjalan lebih efisien dan efektif. Pada hilirnya, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga bisa lebih cepat.
“Selain itu kita bisa mempercantik wajah Kabupaten Jember, yaitu di alun-alun yang membanggakan bagi masyarakat Jember,” tandas Bupati Hendy, yang menilai pentingnya melakukan promosi akan potensi daerah sebagai branding dari Kabupaten Jember. Pada akhirnya, ini akan mengundang wisatawan kelak datang, begitu juga para investor tertarik menanamkan modalnya.
Bupati Hendy mengajak semua pihak, termasuk elemen masyarakat bersemangat dan bergiat membenahi Jember bersama-sama. Tak bisa menunggu atau mengulur waktu lagi. Eksekutif dan Legislatif menjalin relasi yang harmonis, sebab semuanya berjuang untuk satu, kebaikan masyarakat Jember. “Sudah waktunya Jember bangkit,” pungkas Bupati Hendy. (*) mel/mel Foto: IST
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU