
hariansuara.com, Jember - Di banyak forum, Bupati Hendy Siswanto kerap menyampaikan, untuk mempercepat pembangunan ekonomi adalah dengan masuknya para investor yang menanamkan modalnya, sampai datangnya wisatawan lokal maupun mancanegara.
Untuk itu, bagi Jember, tidak ada jalan lain kecuali mengoperasionalkan kembali Bandara Notohadinegoro. Investor dan wisatawan inginkan transportasi yang efisien, cepat dan praktis untuk mendukung program kerja mereka. Sulit jika mengandalkan transportasi darat dari dan keluar Jember.

Menimbang hal itu, Kamis (11/3/2021) Bupati Hendy Siswanto mengunjungi Bandara Notohadinegoro di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, sekitar 7 kilometer dari pusat kota Jember. Bandara yang dibangun pada 2003 itu berhenti beroperasi sejak 2018.
Kedatangan Bupati Hendy ke sana untuk mengecek kondisi fisik Bandara Notohadinegoro dari dekat dan mengevaluasinya, terutama terkait dengan rencana pengembangan-pengembangan yang akan segera dilakukan.
Di antaranya, menambah sejumlah fasilitas yang belum memadai. Salah satunya yang vital adalah memperpanjang runway yang saat ini hanya 1.645 meter menjadi 2.200 meter. Dengan demikian, pesawat lebih besar seperti Boeing akan bisa masuk ke Jember,” ujar Bupati Hendy.

Ditambahkannya, fasilitas penting lainnya adalah menambah kapasitas pada kendaraan Pelayanan Pertolongan Kecelakaan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) yang saat ini hanya 4.000 liter menjadi 6.000 liter.
“Semoga Bandara Notohadinegoro ini dapat segera beroperasi dengan cakupan yang lebih luas,” harap Bupati Hendy, sungguh-sungguh.
Beroperasinya transportasi udara kembali ini akan efektif membantu berkembangnya sektor-sektor potensial penunjang perekonomian di Jember. Untuk itu mesti ditunjang oleh penetapan kebijakan-kebijakan yang kondusif, seperti penetapan harga tiket yang kompetitif, gencarnya promosi dan pengelolaan ragam pariwisata dan potensi-potensi yang dimiliki Jember.

“Misalnya, kita buatkan program menarik, seperti penumpang pesawat akan mendapatkan voucher gratis ke obyek pariwisata. Itu di sektor wisata ya. Dengan datangnya wisatawan, industri rumahan maupun unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) penyedia oleh-oleh juga akan mendapatkan pembeli."
Beroperasinya Bandara Notohadinegoro mesti ditunjang dengan pembenahan infrastruktur jalan di Jember sampai ke titik-titik obyek wisata. Tanpa akses jalan yang memadai, fasilitas wisata yang baik, tentu akan sulit.
"Jadi, memperjuangkan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat Jember mesti dilakukan secara sinergis dan kolaboratif. Bergerak bersama-sama, dengan mengindahkan ketentuan dan aturan yang berlaku, maka insyaAllah harapan kita akan Jember bangkit bisa tercapai,” papar Bupati Hendy, optimistis. (*) mel/mel Foto: HSC, @pemkab Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU