
hariansuara.com, Jember - Bupati Jember Hendy Siswanto meresmikan Desa Wisata Kemiri di Kecamatan Panti Rabu (31/3/2021). Bangga, haru dan syukur memenuhi hati Bupati Hendy begitu memasuki desa istimewa ini.
“Syukur kepada Allah, Desa Kemiri kini telah bangkit dari porak poranda akibat banjir bandang pada 2006 silam. Kita lihat betapa dahsyatnya sinergi dan kolaborasi dalam menghasilkan karya besar untuk kebaikan masyarakat luas. Dengan modal Nol Rupiah, Desa Kemiri bisa dibangun kembali," ujar Bupati Hendy.

Desa Kemiri rusak berat disapu air bah saat banjir bandang terjadi. Semua tersapu bersih. Tidak ada modal finansial yang tersisa. Namun, karena memiliki tekad yang sama untuk hijrah dari keterpurukan, tumbuhlah semangat baru.
Para pemuda, pesantren dan tokoh masyarakat setempat bersatu dan bekerja sama sehingga melahirkan gagasan cemerlang. Ide-ide kreatif muncul menemukan jalannya untuk mendapatkan modal finansial tersebut.
Awalnya meraih pundi dengan membangun program Tamasya Desa Kita Jelajah Kemiri. Kemudian, mengelola kekayaan dan potensi yang masih dimiliki desa.
Apa saja yang ada di Desa Kemiri tak luput menjadi komoditas untuk jualan. Sayur mayur, kopi, rambak, asap cair, minyak atsiri, opak gulung, es dawet, pakis, Targetnya, dijual ke pasar luar desa. Untuk lebih cepat maju lagi, pemodal lokal dihimpun untuk bermitra usaha.

Setelah itu, membuat program menjadikan setiap jengkal tanah di Desa Kemiri menjadi obyek wisata. Sebut saja, ada Dusun Delima sebagai pusat wisata utama, lalu Dusun Sodong khusus untuk wisata alam, outbound (adventure), Dusun Danci kampungnya kopi, dan Dusun Tenggiling sebagai pusat dari integrated farming tourism.
Sebagai bagian dari majunya wisata adalah mendirikan kafe untuk hang out dan rehat, yaitu Jember Coffee Center (JCC). Sengaja, JCC disebar ke seluruh desa, hingga geliat usaha pun dirasakan masyarakat secara merata.
Bupati Hendy Siswanto mengajak desa-desa di Jember lainnya untuk mengikuti jejak Desa Kemiri. Untuk itu, giat cermati potensi-potensi yang ada di desa. Kearifan lokal, kekayaan seni budaya dan potensi alam misalnya, bisa jadi peluang untuk usaha.
Kemudian, melakukan sinergi dan kolaborasi, maka secara mandiri desa bisa maju dan sejahtera. Desa Kemiri telah membuktikan itu. Tidak ada modal finansial justru jadi pelecut untuk maju. Kendala jadi tantangan untuk keluar dari masalah.
“Desa Kemiri bisa dikatakan The Inspiring Village. Desa wisata pertama di Jember yang bisa menginspirasi desa lain untuk memajukan desanya secara mandiri. Ini hebat,” pungkas Bupati Hendy Siswanto. (*) mel/mel Foto: Pemkab Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU