
hariansuara.com, Jember - Matahari baru saja memancarkan cahayanya. Jember pun mulai kembali aktif.
Tiap Ahad, alun-alun ini, semenjak dibuka Bupati Hendy Siswanto pada akhir pekan, jadi spot favorit masyarakat Jember. Remaja, keluarga muda dengan putra-putri ciliknya, hingga opa-oma pun ada. Mereka happy sekadar berjalan kaki santai sambil jajan es atau makan kudapan kecil

Namun sayang, di sisi lain, alun-alun yang jadi kebanggaan dan juga etalase Kabupaten Jember ini jadi terlihat kumuh. Sampah bungkus es krim, puntung rokok, plastik kresek sampai kulit kacang bertebaran di sepanjang area alun-alun. Tak sedap dipandang mata.

Realita ini menggelitik hati Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman untuk berinisiatif melakukan sesuatu. Giat bebersih alun-alun bersama jadi pilihan.

"Alun-alun cantik adalah kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya. Jakarta punya Monas dengan lansekap yang indah dan bersih. Kita di Jember pun punya alun-alun. Jadi, mari kita rawat alun-alun ini bersama-sama. Kita bersihkan, dan kita jaga seterusnya bersih. Sebab, bersih itu cantik," ujar Bupati Hendy, di depan Pendopo Wigyawibawagraha, Minggu (11/4/2021).

Bupati Hendy Siswanto bersama beberapa komunitas melakukan gerakan bersih-bersih. Bupati Hendy bersama istri, Hj Kasih Fajarini, didampingi Wakil Bupati Firjaun beserta istri, Hj Ervita Afdila Sari. Mereka ke alun-alun, bergabung dengan masyarakat. Gotong royong kebersihan adalah kearifan lokal yang diwariskan oleh para pendahulu kita.

Ke depan, Bupati Hendy ingin nilai luhur dari pendiri bangsa ini terus hidup di masyarakat. Istilahnya sekarang, bersinergi dan berkolaborasi. Termasuk seperti giat bebersih alun-alun, yang digelar bersama sejumlah komunitas. Protokol kesehatan dengan prinsip 5 M? Wajib.
Pun, Bupati Hendy gotong royong menjaga kebersihan ini menyebar ke masyarakat di lingkungan RT. Kerja bakti bersama membuat pekerjaan jadi ringan. Lingkungan bersih, masyarakatnya bisa interaksi, ngobrol, sehingga suasana jadi guyub. Hanya tetap, dalam koridor protokol kesehatan yang ketat. (*) sari/mel Foto: Pemkab Jember & IST.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU