Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Resmikan Soebandi Skin Center, Bupati Jember Hendy Siswanto Ingin RS Terintegrasi dengan SIM-RS

Politik & Pemerintahan
13 Apr 2021
Resmikan Soebandi Skin Center, Bupati Jember Hendy Siswanto Ingin RS Terintegrasi dengan SIM-RS

hariansuara.com, Jember - Kabupaten Jember terus mengalami progres-progres di banyak bidang. Terasa semua mulai menggeliat bersemangat membangun, melakukan inovasi dan pengembangan. 

Pun, di sektor pelayanan medis untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Senin (12/04/2021), Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi  meluncurkan satu unit khusus untuk pelayanan perawatan kulit.

Soebandi Skin Center (SSC) diresmikan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, didampingi Wakil Bupati MB. Firjaun Barlaman serta OPD Kabupaten Jember. 

Membanggakan, sebab keberadaan SSC ini menjadikan RSD Dr. Soebandi menjadi rumah sakit kedua di Jawa Timur yang memiliki layanan skin care.   

Dalam sambutannya, Bupati berharap RSD Dr. Soebandi secara umum dapat melayani dengan baik dan maksimal, disamping menambah pelayanan-pelayanan baru. Juga secara berkala dan kontinu melakukan evaluasi dan pengembangan.

Penting Terapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS)

Bupati Hendy menyatakan, RSD di Jember telah memiliki pasar yang jelas, yaitu penduduk 2,6 juta jiwa, plus empat kabupaten tetangga menjadikannya rumah sakit rujukan. Karena itu, tambahnya, wajib bagi manajemen RSD dr Soebandi bergerak cepat melakukan inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan medisnya.

"Saya ingin rumah sakit milik Pemerintah Daerah Jember terintegrasi melalui sistem digital. Pelayanan kepada masyarakat jadi lebih cepat. Untuk itu, patut diterapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS). Diawali dengan penerapan integrasi di internal RSD dulu,” ujar Bupati, lalu menjelaskan secara singkat teknis SIM-RS.

Begitu pasien masuk, dengan menyebut NIK-nya, melalui SIM-RS tersebut, rumah sakit langsung bisa mengakses rekam jejak kesehatannya dan juga tahu status ekonominya, sebab terintegrasikan pula ke data Dukcapil (kependudukan dan pencatatan sipil). Tanpa verifikasi lagi, pihak rumah sakit bisa men-treat pasien, tanpa berlama-lama. Kerja pelayanan lebih cepat dan bisa memangkas biaya operasional. (*) jane/mel      Foto: Pemkab Jember  

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X