
hariansuara.com, Jember - Konsep Desa Pintar (Smart Village) adalah 1 dari 7 program unggulan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman dalam ikhtiar mengembalikan hak-hak masyarakat pedesaan yang selama ini terabaikan.
Cita-cita pemimpin Jember ini adalah bagaimana agar desa-desa di Kabupaten Jember bisa berdaya sehingga dapat menyelesaikan permasalahannya sendiri. Kiat yang ditempuh, pada prinsipnya mengaplikasikan teknologi informasi yang dapat menjangkau hingga ke pelosok desa.

Dengan demikian, tidak ada hambatan bagi masyarakat di pedesaan dalam mendapatkan pelayanan publik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Misalnya, untuk pengurusan administrasi, memperoleh informasi terkini, dan sebagainya.
Terkait dengan rencana itu, Bupati Hendy Siswanto menerima audiensi tim pengembang aplikasi Desaqu, Jumat (16/4/2021) tadi. Hadir mendampingi, Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman serta Organisasi Perangkat Desa (OPD) terkait.
Dalam sebuah presentasi kecil, tim memperkenalkan Desaqu, platform digital rintisan anak muda Jember, yang meliputi bidang software dan hardware. Tujuannya untuk mengembangkan dan mengelola berbagai kebutuhan terkait pelayanan kepada masyarakat. Dilengkapi fitur administrasi kependudukan, lapak, darurat, forum warga dan lain-lain.

Diharapkan, ke depan dengan aplikasi Desaqu ini masyarakat dapat dengan mudah memperoleh pelayanan sampai di tingkat desa. Kendala jarak, waktu dan tempat pun bisa teratasi.
Bupati Hendy Siswanto berencana setelah Hari Raya Idul Fitri akan mencobakan aplikasi Desaqu ini satu bulan di salah satu desa di Kabupaten Jember. Untuk desanya masih akan ditentukan kemudian. Pun, fitur-fitur dalam aplikasi Desaqu tersebut perlu disempurnakan terkait masukan dari OPD. (*) mel/mel Foto: Pemkab Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU