hariansuara.com, Jember - Bupati Hendy Siswanto menerima kehadiran Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berancana (DP3AKB) Suprihandoko beserta jajaran di Pendopo Wahyawibawagraha Rabu (21/04/2021) tadi.
Pada kesempatan itu, Bupati Hendy Siswanto menegaskan tentang pentingnya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta kasus stunting. Bupati meminta laporan tentang kondisi awal, lokasi maupun tindak lanjut dari ketiga problema pelik itu di Kabupaten Jember.

“Saya sudah memberitahu seluruh OPD (organisasi perangkat daerah—Red) untuk berkontribusi sesuai bidangnya masing-masing terkait penanganan AKI-AKB, terutama stunting. Kami akan men-support dan nantinya ada yang ditugaskan secara langsung ke lokasi dengan laporan setiap bulan,” kata Bupati Hendy.
Diketahui, stunting adalah barometer dari keberhasilan pembangunan di suatu daerah, sekaligus juga cermin dari masa depan. Untuk itu, dalam memimpin Kabupaten Jember, Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman sangat menaruh perhatian besar terhadap penekanan kasus stunting maupun AKI-AKB.

Menurut Suprihandoko, DP3AKB yang dikepalainya baru kali ini mendapatkan jumlah anggaran jauh lebih besar dari sebelumnya untuk merealisasi rencana kegiatan membangun sumber daya manusia yang sehat dan sejahtera.
Khusus untuk mengatasi stunting, DP3AKB telah mempersiapkan beberapa program, di antaranya Kegiatan Pembinaan Pelayanan Keluarga Berencana, Pembinaan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), Kelompok Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga atau Bina Keluarga Balita dan Usaha Peningkatan Keluarga Sejahtera atau Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.
Perencanaan program yang matang, realisasi dilaksanakan dengan serius, saling bersinergi, berkolaborasi dan fokus maka target penekanan jumlah AKI-AKB dan stunting bisa dicapai. (*) aini/sari Foto: Pemkab Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU