
hariansuara.com, Jember - Kabupaten Jember masih terus memperjuangkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Kondisi ekonomi masyarakat pada umumnya masih lemah, ditambah dengan terjadinya pandemi COVID-19. Jumlah warga yang terhimpit dalam kemiskinan pun bertambah, karena tak sedikit yang kehilangan pekerjaan.
Untuk itulah, dalam kondisi yang krusial seperti sekarang ini, Pemerintah menggulirkan bantuan sosial (bansos) untuk meringankan beban hidup masyarakat. Sejumlah program bantuan digulirkan.

Ada bantuan dengan istilah PKH atau Program Keluarga Harapan yaitu pemberian bansos bersyarat kepada penerima manfaat, yaitu keluarga miskin (KM). Ada lagi BST (bantuan sosial tunai) yang diluncurkan pada 4 Januari 2021. Masih ada sejumlah bansos lainnya.
Pun, kemudian, Dinas Sosial Kabupaten Jember meneruskan bansos tersebut kepada masyarakat. Dalam pemaparan program kerja di hadapan Bupati Hendy Siswanto kemarin, Jumat (23/03/2021) di Pendopo Wahyawibawagraha, diketengahkan masalah bansos bagi warga prasejahtera.
Bupati Hendy sempat bertanya, apakah manajemen pemberian bantuan ini sudah tepat. Sebab bantuan yang digulirkan kepada masyarakat, bila dihitung secara sederhana, jumlahnya bisa lebih dari Rp100 Miliar. Tetapi sampai saat ini kondisi masyarakat masih juga berkekurangan. (*) mel/mel Foto: Pemkab Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU