Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pemkab Jember dan Puslitkoka Indonesia Sepakati Bangun Agrobisnis Kopi dan Kakao

Politik & Pemerintahan
25 Apr 2021
Pemkab Jember dan Puslitkoka Indonesia Sepakati Bangun Agrobisnis Kopi dan Kakao

hariansuara.com, Jember - Bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (24/04/2021) dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia. Menandatangani Memorandum of Understanding tersebut Bupati Jember Hendy Siswanto dan Kepala Puslitkoka Indonesia, Dr Agung Wahyu Susilo.

Inilah momen yang sangat bermakna setelah bertahun-tahun lamanya sektor kopi dan kakao ‘terabaikan’. Dalam kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman baru dilakukan pembenahan. Melalui kerjasama ini, akan dikembangkan agribisnis komoditas kopi dan kakao di Kabupaten Jember. 

“Sejak dulu, potensi kopi robusta Jember sudah ada. Tetapi kehadiran dan perannya belumlah signifikan. Hemat kami, Pemerintah harus hadir untuk memajukan dunia perkopian di Kabupaten Jember ini.

"Dan, tugas Pemkab mengembalikan hak-hak masyarakat yang selama ini terabaikan. Apakah itu hak petani, pedagang sampai eksportir kopi. Masing-masing berhak mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan begitu, pemerintah hadir mengayomi warganya,” ujar Bupati Hendy Siswanto dalam sambutannya. 

Diharapkan Bupati Hendy, sebagai komoditas, kopi Jember mampu berperan optimal. Dari memberi sumbangsih membantu Jember keluar dari kemiskinan sampai menjadi ikon yang membanggakan bagi Kabupaten Jember di kancah nasional maupun dunia.

Gagasan Bupati Hendy Siswanto itu segaris lurus dengan kerinduan Puslitkoka Indonesia bekerjasama sejak lama dan bisa berkontribusi maksimal bagi Kabupaten Jember. 

“Untuk itulah, Puslitkoka Indonesia telah membuat program penguatan kopi dari sektor hulu hingga hilir. Termasuk di dalamnya membuat branding kopi Jember berkualitas, menguntungkan petani dan pedagangnya. Tercakup di dalamnya tataniaga kopi yang rapi, petani kopi bisa memperoleh harga tinggi dan pedagangnya juga tidak rugi. Puslitkoka Indonesia juga siap melakukan pendampingan bagi sumber daya manusia (SDM) di sektor kopi,” ujar Dr Agung. 

Bupati Hendy menyambut baik gagasan Puslitkoka Indonesia itu, dan berharap Jember kelak menjadi kota penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia. (*) mel/mel         Foto: Pemkab Jember 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X