
hariansuara.com, Jember – Tepat 1 Juni, Hari Lahir Pancasila. Tahun ini genap 76 tahun sudah Pancasila sebagai ideologi menyertai dan menjaga kehidupan kita dalam berbangsa.
Kisah lahirnya Pancasila sungguh sesuatu yang sangat luar biasa. Bukan bersandar pada sekadar ilmu dunia, melainkan para leluhur juga intens berkomunikasi dengan Sang Khalik di malam-malam hening saat semua makhluk dalam lelap tidur di balik selimut hangat mereka.

Dengan segenap hormat atas jasa para pahlawan yang menyusun Pancasila sebagai ideologi bangsa yang multi dalam segala hal, Presiden Joko Widodo memimpin upacara sebagai Inspektur Upacara di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Peserta upacara meliputi perwakilan dari jajaran menteri, TNI-Polri, tenaga kesehatan sampai pelajar. Selebih lainnya mengikuti upacara secara virtual, termasuk kepala daerah di tingkat provinsi, hingga kabupaten/kota. Jalannya upacara berlangsung hikmat, penuh doa dan rasa syukur.

Presiden Jokowi, sesuai komitmennya mengapresiasi dan mensyukuri keberkahan Indonesia yang multietnis, kali ini tampil dalam balutan busana Adat Tanah Bumbu.
Upacara diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya WR Soepratman. Kemudian mengheningkan cipta. Dilanjut dengan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo. Ketua DPR Puan Maharani bertugas membacakan teks Pembukaan UUD 1945.

Tugas Tiap Warga Negara Menjaga Pancasila
Presiden Joko Widodo, dalam sambutannya, mengajak seluruh insan Indonesia untuk mengokohkan nilai-nilai luhur Pancasila. Momentun Hari Lahirnya Pancasila ini harus terefleksi secara mutlak, terlebih di era sekarang, tantangan Indonesia dalam berbangsa sangatlah berat.
“Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang Republik Indonesia ini berdiri. Namun tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan," tegas Presiden Joko Widodo.
Lebih lanjut diingatkannya agar semua pihak waspada terkait rivalitas antarnilai dan ideologi, termasuk meningkatnya ideologi radikalisme saat ini.

Di Kabupaten Jember, Bupati Hendy Siswanto mengikuti upacara, mencermati pesan Presiden Joko Widodo. Pun, Wakil Bupati MB Firjaun Barlawan, Ketua DPRD Jember, Sekda, Ketua Pengadilan, Dandim 0824, Kapolres, Kepala Bakesbangpol, dan Asisten II. Seluruhnya larut dalam semangat nasionalisme dalam dada.
Usai upacara, Bupati Jember sampaikan kepada insan media, peringatan Hari Lahirnya Pancasila harus dihayati benar sebagaimana kita menyikapi hari kelahiran diri sendiri.
“Bangsa ini damai dan tenteram karena nilai-nilai Pancasila. Mengenai ideologi transnasional yang muncul belakangan ini, pemerintah selalu mengantisipasi dengan cara berkoordinasi dengan Forkopimda dan elemen lainnya. Harapannya, masyarakat semua harus pro aktif untuk menanggulangi hal-hal seperti ini,” tandas Bupati Hendy.
Sejatinya, menjaga nilai-nilai Pancasila adalah kewajiban setiap warga negara Indonesia. (*) Bisri/Santang Foto: Pemkab Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU