Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Dengan Temu Masyarakat di Desa, Bupati Jember Formulasikan Pelayanan yang Terbaik

Politik & Pemerintahan
05 Jun 2021
Dengan Temu Masyarakat di Desa, Bupati Jember Formulasikan Pelayanan yang Terbaik

hariansuara.com, Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati (Wabup) MB Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun komit melayani seluruh masyarakat dari desa hingga kota. Dengan sistematis, terukur dan tertata, mereka terus memformulasikan cara terbaik dalam melayani masyarakat. 

Tak heran, belum genap Bupati dan Wabup 100 hari kerja, pencapaian riil telah dirasakan masyarakat. Yang terkini adalah mengaspal jalan, menutup lubang-lubang. 

Untuk melayani masyarakat desa, Bupati dan Wabup pun gagas kiat yang disebut Ngantor di Desa. Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memang ada dan bisa ditugaskan. Tetapi dengan menyambangi secara langsung, bisa berdialog mendengar permasalahan masyarakat dan mencarikan solusinya.

Bersama Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati dan Wabup jumpai warga Silo pada Jumat (04/06/2021) lalu. Secara bergantian, dialog dibuka. Diawali dengan bertemu para kader PKK, Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Gapoktan dan Kios Pupuk serta Ketua RT/RW se-Kecamatan Silo.

“Ini hari ke-92 saya dan Gus Firjaun menjabat sebagai pelayan masyarakat Jember setelah tiga bulan terakhir kami fokus membenahi internal,” ucap Bupati Hendy Siswanto. “Kami turun langsung ke lapangan ini agar bisa bertemu Ibu dan Bapak. Mendengarkan serta fokus memformulasikan keluhan atau kebutuhan masyarakat.” 

PR Terbesar Jember: Kemiskinan dan Kesehatan

Disampaikan Bupati, Kabupaten Jember punya Pekerjaan Rumah sangat besar, yakni masalah kemiskinan dan kesehatan. Dua hal ini jadi perhatian sentral pemerintah saat ini.

Terkait kemiskinan, masalah yang berlanjut sejak dulu adalah bantuan pemerintah yang tidak tepat sasaran. Mengapa ini terjadi? Karena data acuan distribusi bantuan tidak akurat. Solusinya, mendata ulang warga dhuafa. Pejabat pelaksana di desa dan kecamatan harus memvalidasi data secara berkala agar bantuan diterima oleh yang berhak.

Masyarakat menyimak penjelasan Bupati dan Wabup. Antusias pula bertanya. Satu pertanyaan dari pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tentang hasil produk lokal buatannya belum maksimal. 

Bupati memberikan semangat. Masyarakat Jember dikaruniai kreativitas dan kekayaan budaya luar biasa, katanya. Dan ke depan, Pemerintah akan turun langsung bantu masyarakat UMKM pasarkan produk-produk mereka.

“Kecamatan Silo salah satu penghasil kopi terbesar di Jember, bahkan di Jawa Timur. Dengar keluhan Bapak dan Ibu sekalian, Pemkab nantinya akan bangun pabrik khusus untuk pengolahan kopi. Pemkab yang urus semua, dari perizinan sampai penyediaan lahan,” tegas Bupati.

Bupati juga gugah pentingnya peran Ketua RT/RW di masyarakat. “Bapak Ibu adalah tulang punggung masyarakat. Berperan penting sebagai edukator masyarakat, dari sosialisasi pelayanan kesejahteraan sampai antisipasi virus COVID-19," lanjutnya. 

Bupati juga sempat serahkan klaim asuransi BPJS Ketenagakerjaan kepada Ahli Waris Almarhum Ambari, warga Dusun Gluguh, Desa Karangharjo. Kemudian, bersilaturahim ke Kyai Jauhari, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ulum Pace, sambil menunaikan shalat Jumat. (*) Nuh/Maulana       Foto: Pemkab Jember

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X