
hariansuara.com, Jember - Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) dibangun Pemerintah untuk membantu petani keluar dari kesulitan klasik harga hasil panen yang anjlok setiap panen raya. Petani jadi merugi di saat panennya berhasil. Di SRG ini hasil panen petani yang melimpah itu disimpan tatkala harga jatuh. Kelak dijual ketika harga membaik (tunda jual).
Hasil panen yang disimpan di gudang SRG ini bisa digunakan petani sebgai agunan untuk meminjam modal di bank. Prinsipnya, dengan berfungsinya SRG, petani tidak terimbas fluktuasi harga hasil panen. Itulah keberadaan SRG yang dirancang pemerintah untuk bantu melindungi petani.
Di Indonesia ada 123 gudang SRG yang dibangun Pemerintah di periode 2009-2018, tersebar di 105 kabupaten di 25 provinsi di Tanah Air. Selesai dibangun, Pemerintah menghibahkannya kepada pemerintah daerah masing-masing.

Namun, tidak seluruh SRG berfungsi maksimal. Contohnya SRG di Ajung, Jember yang beroperasi dari 2014-2017 saja, lalu selebihnya vakum. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dr Jerry Sambuaga, sangat menyayangkan hal ini ketika kunjungan kerja di Jember Sabtu (05/06/2021).
Dorong Pemkab Jember Fungsikan Gudang SRG Lagi
Disambut Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman, Disperindag Jawa Timur dan pejabat terkait di Lingkup Dinas Perdagangan, Wamendag mengadakan touring ke gudang SRG. Ia pun mendorong Pemkab menghidupkan kembali fungsi gudang SRG itu, mengelola dengan baik dari hulu ke hilir.
“Dari kasus yang ada, gudang SRG tidak jalan karena kegagalan dalam pengelolaannya, sekaligus memiliki kemandirian biaya. Pengelola bisa berbentuk koperasi, BUMD, atau swasta. Untuk pengelolaan, Kemendag bisa fasilitasi. Untuk ketiadaan biaya, Kemendag sudah MoU dengan BRI, dan juga dengan Asosiasi Penguraha Ritel Indonesia (APRINDO) untuk bantu memasarkan komoditas di gudang SRG. Jadi, sifatnya ditangani dari hulu ke hilir," tegas Wamendag.
“Ke depan, gudang SRG ini difungsikan maksimal. Tugas Pemerintah Daerah melakukan sosialisasi kepada publik akan fungsi SRG, yang tak lain demi menguntungkan para petani.”
Mendengarkan penjelasan Wamenag untuk menyejahterakan petani, Wabup MB Firjaun Barlaman pun menyambutnya dengan sangat gembira. Memang menjadi tekad Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wabup Firjaun untuk melayani masyarakat, pun petani agar hidup sejahtera. Segala sektor, termasuk pertanian maju. Untuk itu, Gus Firjaun, sapaan Wabup, berharap sinergi dan kolaborasi dengan Kemendag RI segera terwujud.
“Kami siap melaksanakan pesan dan arahan Bapak Wamendag. Memfungsikan Gudang SRG dan bersinergi melakukan program-program dengan Kemenag untuk memajukan Kabupaten Jember,” ujar Wabup.
Lebih lanjut disampaikannya ke Wamenag Jerry, dalam 100 hari kerja pertama, di sektor perdagangan, Pemkab akan memperluas jangkauan ekspor tembakau sebagai komoditas unggul Jember hingga ke Bremen, Jerman. Sebagai peningkat pamor tembakau, pada Juli 2021 digelar festival internasional Jember Kota Cerutu Indonesia. Diharapkan, dunia tahu potensi Jember dan ini menggeliatkan sektor perekonomian secara makro di Kabupaten Jember. (*) Bisri/Surya Foto: Diskominfo Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU