
hariansuara.com, Jember - Bertempat di kawasan wisata Rembangan, Arjasa hari ini, Selasa (22/06/2021) digelar Webinar Musik Patrol Jember #Wes Wayahe Bangkit. Sebuah Apresiasi kepada Sang Maestro P Misnawar, pencipta lagu Watu Ulo.
Acara ini disiarkan secara daring, namun juga secara luring dengan menghadirkan beberapa tokoh sebagai pembicara: Bupati Jember Hendy Siswanto, putra Jember yang sangat bangga pada musik patrol. Kemudian Ketua Payuguban Seni Musik Patrol Jember (PSMPJ), Purnomo Hadi Handoko, dan Budayawan Jember RZ Hakim.
Hadir di kesempatan itu Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman, Wakil Ketua DPRD Abdul Halim, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kemudian Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dhebora Krisnowati S, MPd, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Habib Salim SSi, Plt Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Camat Arjasa.
Webinar Musik Patrol adalah Episode 1 dari tema besar yang diusung dalam “Meneropong Potensi Warisan Budaya tak Benda”. Mengenai musik patrol Jember, Bupati Hendy Siswanto sangat antusias dan membanggakannya. Musik patrol punya kelebihan tersendiri. Iramanya dinamis, sangat menghibur sekaligus menghidupkan suasana. Bagaimana tidak?

Harmonisasi suara yang dihasilkan dalam musik patrol itu merupakan perpaduan dari berbagai alat musik. Mulai dari kenong, kentongan dari kayu nangka, remo, ting-tung, bas besar, kleter, selingan, sampai tamborin. Dan, yang tak boleh ketinggalan harus ada seruling bambu.
"Musik Patrol menghasilkan alunan suara yang sangat bagus, karena dimainkan secara kolaborasi dan bersinergi, juga memakai speed. Itu esensi dari musik patrol. Jika semua alat musik itu dimainkan sendiri, tak akan ada rasa. Saya penggemar, sekaligus pemain musik patrol dari sejak kanak-kanak,” puji Bupati Jember.
Dari filosofis musik patrol, Bupati Hendy memaparkan nilai kehidupan, bahwa untuk sukses wajib bersinergi dan berkolaborasi. Bekerjasama dengan semua pihak. Pun, Jember akan maju jika kita semua bersatu padu mewujudkan Jember bangkit. Selain itu, wajib mencintai kearifan lokal sendiri.
Budayawan RZ Hakim sangat setuju dengan pendapat Bupati Jember. Bahwa semua warga Jember harus bangga dan punya hak yang sama untuk mencintai musik patrol. Wes wayahe mencintai musik patrol dan budaya-budaya Jember lainnya, karena memang layak untuk dibanggakan.
Bupati Jember juga menantang kepada semua untuk menciptakan 1 lagu dan 1 tarian untuk 1 Desa. Dengan begitu, akan dicanangkan ’1 Desa 1 Lagu’ dan ‘1 Desa 1 Tarian’. Tujuannya adalah untuk menghidupkan wisata desa. Potensi desa luar biasa, tapi belum tereksplor dengan baik. Dharapkan, orang berkunjung Jember bukan ke kotanya, tetapi justru ke desa-desa yang berjumlah 248 desa. Jika ini terlaksana, maka Kabupaten Jember akan lebih kaya dalam budaya, khususnya lagu dan tarian. Dan ini sangat membanggakan.”

Saat ini di tengah pandemi COVID-19 dan adanya varian baru, Delta yang sangat berbahaya. Bupati Hendy mengingatkan seluruh warga Jember untuk wajib mematuhi protokol kesehatan 5 M dan 3 T. Kegiatan ekonomi dan budaya tetap berjalan. Bagaimana polanya?
“Memainkan gas dan rem, bergantian sesuai kondisi. Ketika COVID-19 tinggi, ekonomi kita kurangi dulu, direm. Sebaliknya, COVID terkendali, ekonomi kita gas lagi,” tandas Bupati Hendy.
Dhebora Krisnowati, selaku Plt Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sempat menyampaikan Kabupaten Jember yang kaya akan warisan budaya, fisik maupun yang tak benda. Di Kecamatan Arjasa juga banyak kekayaan budaya yang bisa ditemukan. Ia memberi perhatian besar terhadap pelestarian budaya adiluhung warisan para leluhur Jember.
Pelestarian budaya, paparnya, sangatlah penting agar warisan budaya ini tidak punah. Kelak, generasi penerus tetap tahu seni budaya daerahnya. Namun, ke depan, yang tak kalah pentingnya, kiranya mengajukan hak paten bagi setiap kekayaan budaya warisan leluhur ini. Agar musik patrol, misalnya, tidak mengalami nasib serupa reog Ponorogo yang diklaim sebagai milik bangsa lain. (*) Sulanjana/Prabu Foto: Pemkab Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU