Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Sikapi Zona Merah di Jember, Pemkab Siapkan 150 M Refocusing Covid-19

Politik & Pemerintahan
29 Jun 2021
Sikapi Zona Merah di Jember, Pemkab Siapkan 150 M Refocusing Covid-19

hariansuara.com, Jember - Tren kasus di peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Jember menunjukkan lonjakan cukup signifikan. Bahkan muncul Zona Merah di sana, tepatnya di Kecamatan Sumberjambe. 

Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto langsung menggelar rapat koordinasi dengan seluruh jajaran di Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Senin (29/06/2021). Hadir juga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan direktur rumah sakit di kantor Pemkab Jember.

Beberapa langkah antisipatif terkait lonjakan kasus positif Covid-19 baru dan permasalahan yang menyertai dikupas tuntas. Bupati Hendy menyoroti menipisnya ketersediaan tempat tidur bagi pasien (bed occupancy rate, BOR). Kini BOR hampir menyentuh 80% dari yang tersedia.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menerapkan sejumlah kebijakan ke depan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebut saja, mulai dari penerapan lebih ketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dari tingkat Kabupaten hingga RT/RW. 

Menerapkan kembali penyekatan-penyekatan di sejumlah titik yang potensial menimbulkan kerumunan. Alun-alun, misalnya, pukul 21.00 sudah ditutup. Pun, jam operasional pusat perbelanjaan dibatasi. Terutama lagi di wilayah berkondisi darurat, yang ditandai dengan tingginya kasus Covid-19, bahkan ada yang meninggal. 

Ada juga diberlakukan juga bagi seluruh dinas pemerintah, skema kebijakan work from home (WFH) dengan pola 50 persen bekerja di kantor, 50 persen bekerja di rumah. Selain itu, Bupati Hendy mengintruksikan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menyiapkan anggaran refocusing sebesar Rp.150 Miliar untuk beberapa kebijakan yang akan diambil.

“Eselon 1 dan 2 tetap di kantor, eselon 3 dan 4 diberlakukan skema bekerja 50/50, dengan catatan, bekerja di rumah tidak boleh keluyuran (harus tetap di rumah),” sambung Bupati Hendy, yang berharap kebijakan ini diterapkan sungguh-sungguh, dalam seminggu ke depan grafik sebaran Covid-19 di Kabupaten Jember melandai kembali. 

“Ketika grafik Covid-19 menurun itu, kita tancap gas lagi aktivitas perekonomian warga. Tentu, protokol kesehatan wajib ditegakkan di segala situasi,” tegas Bupati Hendy. (*) AQ Aini/Abidin        Foto: Diskominfo Jember

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X